Dirkrimsus Polda Sulsel: Tak Ada Penyalahgunaan Anggaran di DPRD Toraja Utara

"Klarifikasi yang dilakukan penyidik sejak Februari, tidak ada masalah maupun dugaan korupsi didalamnya,"

Penulis: Tommy Paseru | Editor: Waode Nurmin
Tribun Timur
Dirkrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Febri 

TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE-  Dokumen laporan dugaan korupsi penggunaan anggaran di DPRD Toraja Utara dikembalikan Polda Sulawesi Selatan, Jumat (22/4/2022).

Artinya, dipastikan tidak terjadi penyalahgunaan anggaran.

Hal ini disampaikan Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Febri.

Dalam rilis yang diterima Tribun Timur Jumat (22/4/2022) siang.

"Klarifikasi yang dilakukan penyidik sejak Februari, tidak ada masalah maupun dugaan korupsi didalamnya," jelas Widoni.

Ia menyebut laporan tersebut sudah dikembalikan.

Sehingga tak ada lagi upaya penyelidikan atas dugaan yang melibatkan legislator DPRD Toraja Utara tersebut.

"Pembuktiannya mereka sudah kembalikan semua, jadi tidak ada masalah," tutupnya.

Sebelumnya, Polda Sulsel tengah mendalami dugaan korupsi penggunaan anggaran lima item di DPRD Toraja Utara.

Diantaranya, dana operasional pimpinan, tunjangan komunikasi intensif dewan, tunjangan reses, biaya perjalanan dinas dan anggaran makan-minum tahun 2020 dan 2021.

Informasinya, mulai unsur pimpinan, anggota serta staf telah dipanggil Polda untuk diperiksa.

Belum lama ini, Ketua DPRD Toraja Utara, Nober Rante Siama menampik adanya penyelewengan anggaran.

Begitupula, terkait anggota dan staf DPRD Toraja Utara yang diperiksa Polda Sulsel.

"Apalagi diperiksa Polda, tidak ada itu," ujarnya.

Nober pun heran, isu penyalahgunaan anggaran tersebut menguat seiring bergulirnya hak interpelasi ke Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang.

Laporan Kontributor : TribunToraja.Com,@b_u_u_r_y

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved