Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perang Rusia Ukraina

Ultimatum Rusia Berakhir Hari Ini, Tentara Ukraina di Mariupol Harus Menyerah

Di tengah pengepungan tersebut, sebuah video dari komandan Marinir di lini pertahanan terakhir Ukraina di Mariupol, beredar di media sosial.

Editor: Muh. Irham
AP
Tentara Rusia berpatroli di sekitar Kota Mariupol. Kota ini sedang dalam pengepungan ribuan tentara Rusia 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kota Mariupol yang terletak di timur Ukraina, hingga saat ini masih dikepung oleh pasukan Rusia. Gempuran demi gempuran dilancarkan pasukan Rusia demi menguasai kota strategis tersebut.

Di tengah pengepungan tersebut, sebuah video dari komandan Marinir di lini pertahanan terakhir Ukraina di Mariupol, beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, sang komandan memberi pesan kepada seluruh tentara Ukraina bahwa mereka hanya punya waktu beberapa jam saja.

Menurutnya, ia dan anak buahnya hanya punya waktu beberapa jam lagi. Dalam video yang dikirim ke BBC dan media lain, Mayor Serhiy Volyna mengatakan pasukannya tidak akan menyerah.

Namun, dia memohon bantuan internasional untuk 500 serdadu yang terluka dan ratusan perempuan dan anak-anak yang bersembunyi bersama pasukannya di sebuah pabrik baja di Mariupol.

"Ini adalah alamat terakhir kami di dunia ini. Ini mungkin yang terakhir. Mungkin waktu kami hanya tersisa beberapa hari atau beberapa jam lagi," kata Mayor Volyna.

"Kami berseru kepada para pemimpin dunia untuk membantu kami. Kami mendesak mereka untuk mengadakan upaya evakuasi ke negara ketiga," tambahnya.

Pabrik baja Azovstal, yang luasnya mencapai 10 kilometer persegi, adalah posisi pertahanan terakhir tentara Ukraina di Mariupol.

"Pihak musuh mengerahkan unit-unit yang melebihi jumlah kami puluhan kali, mereka unggul di udara, artileri, pasukan infanteri, mesin-mesin, dan tank-tank," kata Mayor Volyna, komandan Brigade 36 Marinir.

Dia tidak menyebut berapa banyak tentara Ukraina yang tersisa di pabrik itu, namun menurutnya mereka "punya semangat juang yang hebat".

Akan tetapi, kondisi mereka yang terluka "sangat buruk".

"Mereka berada di ruang bawah tanah, mereka hanya membusuk di sana," ungkapnya.

Pekan lalu, Presiden Ukraina, Voloymyr Zelensky, mengatakan kepada BBC bahwa dia menyakini sebanyak 20.000 orang boleh jadi tewas di Mariupol akibat gempuran Rusia di kota itu.

Jumlah itu belum termasuk orang-orang yang dibawa ke wilayah Rusia.

Rusia telah mengultimatum tentara Ukraina di Mariupol untuk meletakkan senjata mereka pada Rabu pukul 11.00 GMT atau 17.00 WIB.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved