Ramadhan 2022

Prof Husain Syam Sebut Malam Nuzulul Qur'an Momentum Instrospeksi Diri jadi Lebih Baik

Rektor UNM ajak para civitas akademika senantiasa menjaga kebersamaan dan meningkatkan keperdulian sosial di lingkungan masing-masing.

Citizen Reporter
Rektor UNM saat menghadiri peringatan malam Nuzulul Qur'an sekaligus menutup kegiatan lomba semarak bulan Ramadan 1443 Hijriah di Masjid Nurul Ilmi Kampus Gunung Sari UNM, Selasa (19/4/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Husain Syam mengajak para civitas akademika senantiasa menjaga kebersamaan dan meningkatkan keperdulian sosial di lingkungan masing-masing.

Hal itu disampaikan Rektor UNM saat menghadiri peringatan malam Nuzulul Qur'an sekaligus menutup kegiatan lomba semarak bulan Ramadan 1443 Hijriah di Masjid Nurul Ilmi Kampus Gunung Sari UNM, Selasa (19/4/2022).

Prof Husain Syam mengatakan, malam ini sangat spesial untuk bersama-sama para civitas akademika UNM merayakan malam Nuzulul Qur'an atau peringatan turunnya pertama kali ayat-ayat Al-Qur'an di muka bumi.

"Dan itu sudah menjadi kesepakatan para ulama bahwa malam 17 Ramadan adalah malam turunnya Al-Qur'an yang sama-sama diperingati setiap tahun yaitu malam Nuzulul Qur'an," ujarnya.

Menurut Guru besar di bidang pertanian ini keutamaan bulan suci Ramadan adalah malam ke 17 atau malam peringatan Nuzulul Qur'an.

"Saya kira memperingati hari turunnya Al-Qur'an rasanya sangat penting sekali. Hari kemerdekaan saja diperingati, tapi ini hari turunnya Al-Qur'an adalah seluruh umat Islam patut punya rasa haru dan merasakan betul-betul hadirnya Allah di dalam jiwa kita semua," terang Prof Husain Syam.

Tidak hanya itu, Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sulsel ini mengatakan, Nuzulul Quran adalah pencerminan komitmen untuk senantiasa menjaga dan mengimplimentasikan kemuliaan Al-Qur'an.

"Semoga tentunya selalu menjadikan suasana dan memaksimalkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dan tahun yang akan datang akan jauh lebih baik lagi dalam peringatan Nuzulul Qur'an ini," jelasnya.

Rektor juga akan terus mengembangkan dan memberdayakan para mahasiswa hafidz dan hafidzah atau penghafal Al-Qur'an yang ada di UNM.

Hal itu, demi memajukan UNM dari segi sumber daya manusia yang unggul dan berprestasi di bidang keagamaan.

"Dalam kebersamaan ini kita juga terus memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa hafidz dan hafidzah. Kami juga sudah beri kebijakan kepada calon-calon peserta didik yang mau masuk di UNM bahwa siapa saja penghafal Al-Qur'an minimal 15 Juz itu bebas tes untuk mengembangkan dirinya di UNM," pungkasnya. (*)

Laporan Humas UNM, Burhanuddin.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved