Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Syiar Ramadan, Pentingnya Salat Diiringi Amalan Zakat

Program ini disiarkan langsung di kanal You Tube dan Facebook Tribun Timur, Senin, (18/4/2022).

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI
Host, Kinan Aulia (kiri) dan Dai Cendekiawan Alumni Timur Tengah, Sabaruddin LC (kanan) saat Syiar Ramadan Kalla Grup episode 16 hadir dengan tema Berzakat Semudah Memberi Like,  Senin  (18/4/2022) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Syiar Ramadan Kalla Grup episode 16 hadir dengan tema Berzakat Semudah Memberi Like

Program ini disiarkan langsung di kanal You Tube dan Facebook Tribun Timur, Senin, (18/4/2022).

Syiar Ramadan dipandu oleh host, Kinan Aulia. Hadir sebagai narasumber, Dai Cendekiawan Alumni Timur Tengah, Sabaruddin LC.

Dia menjelaskan, ada dua hal tak terpisahkan dalam Al Qur’an yakni selalu taat kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya. 

Ketika Allah menyandingkan salat, maka yang disandingkan adalah zakat. Ini seperti dua mata sisi uang yang  tidak bisa terpisahkan.

Pasalnya, kesempurnaan salat  seseorang ketika mampu mengeluarkan  infak, sedekah, maupun zakat.

"Dengan keluarkan  zakat, kita mendahulukan potongannya Allah dibandingkan potongan manusia," jelasnya.

Namun, manusia sering dihinggapi rasa malas dalam keluarkan zakat.

Sebab, mereka berpikir banyak kebutuhan lain lebih mendesak.

"Padahal jika kita melihat terkadang sesuatu bukan menjadi kebutuhan kita, akan tetapi hal tersebut menjadi kewajiban seorang mukmin. Maka zakat ini ketika ingin dikeluarkan mesti memiliki prinsip, mendahulukan potongan Allah dibanding potongan manusia," katanya.

Padahal, ungkap Sabaruddin, zakat salah satu cara Allah memberikan solusi. Allah berfirman, wahai manusia yang memiliki emas  banyak, harta banyak. Bagaimana cara Allah boleh jadi harta didapatkan  ada jalan syuhbat  atau jalan haram di situ.

Maka Allah memberikan solusi membuka kerang bagaimana syuhbat itu bisa keluar, membersihkan harta dimiliki dengan cara zakat.

"Tidak ada orang di dunia ini bangkrut karena keluarkan zakat," tegas pendidik di Sekolah Islam Athirah ini.

Makanya dijawab dalam Al Qur'an bahwa, orang yang riba itu senantiasa dicekik, mencekik. Akan tetapi ketika orang senantiasa keluarkan zakatnya akan ditumbuh kembangkan.

Makanya, zakat itu ada dua definisi. Pertama, zakat sebagai salah satu cara bersihkan harta dimiliki. Kedua, zakat sebagai tumbuh kembang, setiap orang keluarkan akan berkembang, berkah diperoleh.

Namun, terdapat ancaman bagi orang yang tidak keluarkan zakatnya.

"Dalam Al Qur'an Allah berfirman, orang-orang yang menimbun emas dan perak, dan dia tidak keluarkan zakat di jalan Allah, maka akan diberikan siksaan yang pedih, pada hari akhirat nanti. Harta dimiliki dijadikan setrika, yang disetrika muka  dan punggungnya," terang Sabaruddin.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved