Anda Bertanya Ustadz Menjawab
Syiar Ramadan: Bagaimana Cara Padamkan Amarah?
Program ini disiarkan langsung di kanal You Tube dan Facebook Tribun Timur, Jumat, (15/4/2022).
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Syiar Ramadan Kalla Grup episode 13 hadir dengan tema Amarah Berakhir dengan Cinta.
Program ini disiarkan langsung di kanal You Tube dan Facebook Tribun Timur, Jumat, (15/4/2022).
Syiar Ramadan dipandu oleh host, Kinan Aulia. Hadir sebagai narasumber, Dai Cendekiawan Alumni Timur Tengah, Sabaruddin LC.
Sabaruddin membuka syiar Ramadan dengan kisah dari sahabat Ali bin Abi Thalib. Ali sering melakukan pertempuran dengan orang kafir quraisy. Setiap dia berjumpa dengan seorang kafir quraisy saat pertempuran tersebut, pasti terbunuh.
Namun, suatu ketika ada seorang kaum quraisy yang ditangkap oleh Sayyidina Ali, lehernya dicekik dan orang ini langsung meludah tepat di muka Ali. Akan tetapi Ali langsung tinggalkan.
Orang quraisy itu pun langsung teriak, wahai Ali, kenapa kau tidak bunuh aku sebagaimana kau bunuh saudara-saudaraku.
Maka Ali mengatakan, sebenarnya niat saya tadi untuk membunuh. Namun, saat engkau meludahi, maka muncul amarah, siapa tahu saya membunuh bukan karena Allah, tapi membunuh karena karena amarah dan nafsu.
Dari peristiwa tersebut, orang dari kaum quraisy tersebut memeluk Islam.
“Ini amarah yang berakhir dengan cinta, dia masuk Islam bukan karena pedangnya Ali, tapi akhlak yang diberikan oleh Allah,” ucapnya.
Sabaruddin menyebut, jika marah dibalas dengan cinta maka terbukalah mata hati. Orang yang menahan amarah adalah orang yang dijanji oleh Allah tempat di surga.
Rasulullah Muhammad SAW bersabda, orang kuat itu bukan orang yang bisa bergulat, bukan orang yang bisa berkelahi, tapi orang kuat itu adalah orang yang bisa menjaga amarahnya.
Rasulullah memiliki tips jika seseorang sedang marah. Pertama ucapkan auzu billahi minash shaitan rajeem.
“Ketika dalam keadaan amarah ucapkanlah auzu billahi minash shaitan rajeem. Barang siapa membaca kalimat ini, maka amarah itu akan hilang,” jelasnya.
Kedua, mengubah posisi. Jika marah dalam keadaan berdiri dipersilakan duduk. Kalau duduk masih marah, silakan berbaring. Jika orang marah dalam keadaan berlari silakan berjalan.
“Maka mengubah posisi tips diberikan Rasulullah kepada orang setiap marah,” sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kaswadiid-d3.jpg)