Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Khazanah Islam

Mengenal Istilah Istidraj, Hukuman dari Allah SWT yang tidak Disadari oleh Manusia

Caranya dengan melimpahkan dan menenggelamkan manusia di dalam berbagai kesenangan dan kemewahan kehidupan duniawi

Editor: Muh. Irham
Tribunnews
Ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dalam agama Islam, dikenal istilah Istidraj. Istilah ini populer di kalangan ustadz yang berceramah tentang orang yang lalai akan nikmat yang diberikan Allah SWT kepadanya.

Para ulama mengartikan Istidraj dengan azab Allah yang diberikan secara per lahan-lahan tanpa disadari manusia karena lalai dengan kenikmatan dunia yang dimilikinya. 

Caranya dengan melimpahkan dan menenggelamkan manusia di dalam berbagai kesenangan dan kemewahan kehidupan duniawi, sehingga membuat manusia semakin larut di dalam kemaksiatan dan pelanggaran terhadap perintah dan larangan Allah SWT. 

Istidraj ini juga bisa dimaknai sebagai jebakan berupa kenikmatan duniawi yang membuat orang lupa diri dan terus bermaksiat karena merasa tetap diberikan anugerah.

Pengertian Istidraj

Istidraj berasal dari bahasa Arab yakni dari wazan atau bentuk dasar Daraja yang artinya naik satu tingkatan.

Direktur Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat dalam kajian Konsultasi Fiqih dikutip laman rumahfiqih menjelaskan, Istidraj dari Allah kepada hamba dipahami sebagai ‘hukuman’ yang diberikan sedikit demi sedikit dan tidak diberikan langsung. 

Allah membiarkan orang tersebut dan tidak disegerakan adzabnya, sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran :

سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لاَ يَعْلَمُونَ

Nanti Kami akan menghukum mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui. (QS. Al-Qalam: 44).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan mengenai ayat tersebut bahwa mereka (orang yang diberikan kenikmatan) tidak merasakan hal itu, bahkan mereka mengira bahwa hal itu sebagai penghormatan dari Allah untuk mereka; padahal kenyataannya kebalikannya, yaitu penghinaan. 

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain, yaitu:

أَيَحْسَبُونَ أَنَّما نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مالٍ وَبَنِينَ نُسارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْراتِ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ

Artinya: Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, ' sebenarnya mereka tidak sadar. (Al-Mu’minun: 55-56)

Dalam ayat lain disebutkan:

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved