DPRD Sulsel Surati Andi Sudirman, Andalan Janji Pulang ke Makassar Setelah Sembuh
“Harusnya datang, eksekutif kan harus merespon apa yang menjadi keresahan masyarakat, jadi Pemprov harus ada di sana,” kata Syahar, Jumat (15/4/2022).
Penulis: Siti Aminah | Editor: Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anggota DPRD Sulsel agendakan rapat dengar pendapat menyikapi tuntutan para demonstran.
DPRD Sulsel juga telah melayangkan surat kepada Pemprov Sulsel untuk menghadiri rapat itu.
Surat tersebut ditandatangani Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif.
Rencananya, rapat dijadwalkan digelar pada Senin (18/4/2022), dengan tema masyarakat Sulsel menyikapi persoalan bangsa.
Tak hanya itu, Syahar juga meminta bebrapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait hadir dalam rapat tersebut.
Ia meminta Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman beserta jajaran OPD terkait hadir langsung tanpa diwakili.
“Harusnya datang, eksekutif kan harus merespon apa yang menjadi keresahan masyarakat, jadi Pemprov harus ada di sana,” kata Syahar, Jumat (15/4/2022).
Terkait pernyataan Syahar, Andi Sudirman akhirnya buka suara terkait kondisi kesehatannya.
Lewat akun instagramnya, ia menyampaikan saat ini sedang berada di Singapura melakukan kontrol kesehatan.
Video berdurasi 1,55 menit itu diunggah sekira pukul 19.00 Wita.
“Saya ingin menyampaikan bahwa saat ini saya sedang berada dalam kondisi kontrol kesehatan di Singapura,” kata Andalan, akronim nama Andi Sudirman, Jumat (15/4/2022).
Ia menjelaskan belum bisa pulang ke Makassar karena masih perlu bertemu dengan dokter.
Termasuk melakukan konsultasi dan pemulihan kesehatan di negeri singa tersebut.
Andalan berjanji akan kembali ke Makassar setelah sembuh dan kembali melalukan koordinasi dalam rangka percepatan pembangunan Sulsel lebih baik.
Andalan menyatakan, aktivitasnya di Singapura telah disampaikan ke Kemendagri.
“Paling penting ini juga izin dari Kemendagri,” tegasnya.
Untuk urusan pemerintahan tetap berjalan seperti biasanya.
Ia juga terus memantau, memonitor aktivitas dan kegiatan pegawai di Pemprov Sulsel.
Termasuk mengupdate informasi di 24 kabupaten/kota.
“Pemerintahan kita jalankan dari sini termasuk melakukan monitoring terhadap situasi yang ada di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
“Dengan memerintahkan instansi saya turun dan bagaimana proses administrasi melalui smart office dengan standar tertentu tetap bisa dikontrol meski jarak jauh,” katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/nasdem-933.jpg)