Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jumat Agung

Jumat Agung dan Paskah Tak Ada Penjagaan Ketat di Sulsel

Umat  Kristiani siap menyambut peringatan Jumat Agung dan Paskah.Persiapan sudah dilakukan, agenda pertama akan dihelat Kamis Suci, Kamis (14/4/2022).

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sukmawati Ibrahim
KASWADI/TRIBUN TIMUR
Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia Wilayah (PGWI) Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara (Sulselbara), Pendeta (Pdt) Adrie O Massie 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Umat  Kristiani siap menyambut peringatan Jumat Agung dan Paskah.

Persiapan sudah dilakukan, agenda pertama akan dihelat Kamis Suci, Kamis (14/4/2022).

Dilanjutkan, Jumat Agung, Jumat (15/4/2022). Sabtu Sepi pada Sabtu (16/4/2022) dan Paskah pada Minggu (17/4/2022).

Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia Wilayah (PGWI) Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara (Sulselbara), Pendeta (Pdt) Adrie O Massie mengatakan, pada Jumat Agung hingga Paskah tak ada penjagaan ketat.

Tak seperti ketika perayaan Natal. Dilakukan gelar pasukan dari pihak keamanan karena berkaitan juga dengan tahun baru.

Ia mengaku untuk Jumat Agung dan Paskah tidak ada semacam koordinasi dengan pihak keamanan.

Namun, pastinya  pihak keamanan  selalu menjadikan event-event seperti ini mendapatkan perhatian dan dukungan lebih dari yang biasanya.

“Memang tidak ada koordinasi langsung, tapi saya selalu dapat informasi dari  polisi mereka tetap jalan dan berjaga,” ungkapnya saat ditemui di Sekretariat PGI Sulselbara di Jl  Prof Abdurrahman Basalamah, Kamis (14/4/2022).

Selain itu, setiap gereja memiliki petugas keamanan, ada pula namanya Koster. 

Jumlah petugas ini disesuaikan dengar banyak tidaknya jumlah jemaat hadir.

“Personil keamanan gereja tergantung banyak sedikitnya jemaat. Biasanya ada lima dam enam  orang, tergantung besarnya jemaat,” ujarnya.

Untuk saat ini, sebut Pdt Adrie O Massie, protokol kesehatan ketat tetap diberlakukan. 

Para jemaat, wajib diukur suhu tubuh, memakai masker dan mencuci tangan. Pembatasan jemaat di gereja tetap pun dilakukan.

“Memang pembatasan masih diberlakukan. Dulu di bawah  50 persen kapasitas gereja, sekarang sudah bisa di atas 50 persen, tapi belum full.

Pada Paskah  tahun ini tema diangkat  Tak Terpisahkan dari Kasih Allah.

Pdt Adrie O Massie menambahkan, Paskah kali ini berbeda, sebab bertepatan dengan umat Muslim merayakan Ramadan.

“Paskah tahun ini sangat istimewa karena bertepatan dengan bulan Ramadan. Umat beragama saling menghargai, menghormati dan toleransi. Nilai kerukunan bisa terjaga,” pungkasnya. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved