Ramadhan 2022
Syiar Ramadan Kalla Group: Flexing, Pamer Demi Pamor Dilarang dalam Agama
Syiar Ramdan Kalla Group memasuki episode kelima. Kali ini Ustaz Sabaruddin LC membahas terkait Flexing, Pamer dan Pamor.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Syiar Ramdan Kalla Group memasuki episode kelima.
Kali ini Ustaz Sabaruddin LC membahas terkait Flexing, Pamer dan Pamor.
Dipandu oleh Host Tribun Timur Kinan Aulia, Ustaz Sabaruddin LC menyampaikan, flexing adalah riya', sama maknanya pamer untuk pamor.
Secara umum, semua aktivitas yang dilakukan adalah boleh, kecuali ada dalil yang mengharamkan. Perbuatan manusia diukur dari niat dan tujuannya.
Ada dua pandangan ketika seseorang melakukan kebaikan, yakni segala sesuatu yang dilihat adalah hal positif dan sesuatu dilihat hal negatif.
"Contoh ada orang yang melalukan ibadah umrah, kemudian selfi dan diupload, menurut orang yang mengapload tujuannya untuk menggerakkan hati yang punya rejeki agar tergerak hatinya melakukan ibadah," ucapnya.
Kemudian jika tujuannya membagikan postingan tersebut untuk pamer maka itulah yang dilarang oleh agama.
Sahabuddin menjelaskan, ada tiga golongan pertama kali dimasukkan ke neraka tapi melakukan kebaikan.
Pertama golongan orang berilmu tapi hanya untuk memamerkan ijazahnya dan tidak berbagi ilmu.
"Ternyata di riwayat itu ada yang bilang berilmu, riwayat lain dia bersedekah tapi bukan untuk meraih rida allah, tetapi untuk menaikkan rating. Bersedekah untuk pamor dan ingin dikenal sebagai dermawan," ungkapnya.
Lanjutnya, dalam al-qur'an semua orang yang melakukan kegiatan di dunia, maka diberi tanpa tersisa sedikitpun.
Jadi siapa yang ingin pamer untuk pamor akan diberi oleh Allah sesuai tujuannya.
Tetapi di akhirat kelak, golongan tersebut tidak akan diberi apa-apa.
Orang yang sering pamer demi pamor amalnya bagaikan debu yang beterbangan.
Kedua, orang yang berjihad di jalan Allah.