Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Film Lokal

DPW PKB Sulsel Nonton Bareng Film Selimut Kabut Rongkong

Film diapresiasi banyak pihak. Termasuk jajaran Dewan Pimpinan Wilayah atau DPW PKB Sulsel. 

Editor: Rasni
Istimewa
Jajaran DPW PKB Sulsel nonton bareng film Selimut Kabut Rongkong 

TRIBUN-TIMUR.COM - Film Selimut Kabut Rongkong tayang perdana pada Kamis (7/4/22).

Film yang mengambil set shooting di Kecamatan Rongkong Kabupaten Luwu Utara itu diapresiasi banyak pihak. 

Termasuk jajaran Dewan Pimpinan Wilayah atau DPW PKB Sulsel. Pihaknya menggelar nonton bareng di bioskop.

Sedikitnya 100 peserta terdiri atas anggota pengurus dan keluarga meramaikan program tersebut.

Sekretaris PKB Sulsel M Haekal, Jumat (8/4/2022) menjelaskan nonton bareng merupakan bentuk apresiasi kepada karya lokal.

"Nobar ini dilakukan sebagai apresiasi PKB terhadap film yang bernuansa budaya lokal. Sebagai konsistensi PKB dalam menajaga tradisi di nusantara," kata Haekal.

Berdasarkan penelusuran tribuntimur.com, film ini tayang di sejumlah bioskop di Indonesia. 

Khusus di Makassar, bisa disaksikan di CGV Panakkukang Square. Bisa disaksikan mulai pukul 12.15 Wita hingga penayangan terakhir 19.00 Wita.

Sebelumnya diberitakan tributimur, produser film Selimut Kabut Rongong, Fujianto Manati mengatakan, film ini digarap tahun 2020 dan sempat masuk pada beberapa nominasi.

“Film Selimut Kabut Rongkong ini digarap dua tahun lalu, dan kemudian berkeliling di 7 produk negara dan berhasil meraih 3 penghargaan di level internasional,” kata Fujianto dalam sambutannya.

Fujianto menyebut terciptanya film ini juga sebagai pemantik karya film di Tanah Luwu.

“Dan saya lihat hari ini alhamdulillah animo masyarakat terhadap perfileman meningkat sejak adanya film Selimut Kabut Rongkong,” ucapnya.

Sinopsis 

Film ini menceritakan seorang tenaga pengajar sukarela bernama Bunga Melati. Ia juga menjadi traveller sedang dalam kunjungannya di desa Rongkong wilayah pegunungan di Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Dalam proses belajar mengajar, Bunga Melati menjumpai adanya tradisi Rongkong yang bagus dan ingin diterapkan pada para siswanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved