Kecelakaan Tunggal
Kesaksian Warga: Ada Letusan Detik-detik ASN Dishub Makassar Jatuh dari Motor, Kini Dinyatakan Tewas
Ia menggunakan sepeda motor dari arah Mall GTC menuju ke arah Jl Cendrawasih.
Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - ASN Dishub Makassar dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat mengendarai motor di Jl Danau Tanjung Bunga, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, tepat di samping Masjid Muhammad Cheng Hoo.
Ia menggunakan sepeda motor dari arah Mall GTC menuju ke arah Jl Cendrawasih.
Pengendara tersebut bernama Najamuddin Sewang (40).
Korban yang kecelakaan pertama kali dilihat oleh Nasir.
Nasir mengatakan saat terjadi kecelakaan, ia sedang mengatur bunga di taman.
Dekat dari lokasi kecelakaan.
Nasir kemudian mendengar suara letusan.
Diduga letusan tersebut dari knalpot ojek online yang berpapasan dengan korban.
Berselang beberapa detik pasca letusan tersebut, korban juga terjatuh, tepat di pertigaan samping Masjid Muhammad Cheng Hoo.
"Hanya berselang beberapa detik kayaknya, jatuh jugami ini korban. Jadi saya langsung keluar," kata Nasir saat dihubungi via telepon.
Ia menyebutkan bahwa korban tidak menabrak apapun. Pasalnya tempat korban terjatuh luas dan suasana jalan sedang sepi.
"Kayaknya suara knalpot ojol yang meletus, jadi sempat kaget itu korban dan jatuh," katanya.
Saat terjatuh, kata Nasir, korban sempat kejang-kejang dan sudah tak sadarkan diri.
"Waktu jatuh, langsung kayak mati-mati ayam," kata Nasir.
Kemudian salah seorang teman korban melintas di TKP dan mengenali korban.
Teman korban tersebut kemudian menghubungi keluarga korban.
"Istrinyaji tadi yang bawa ke rumah sakit," katanya.
Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando KS memberi kabar bahwa korban telah meninggal.
Pukul 10.54 wita keluarga korban tiba di TKP dan berinisiatif mengevakuasi korban ke RS Siloam untuk mendapatkan pertolongan medis.
"Pukul 11.05 wita, korban tiba di RS Siloam dan dinyatakan sudah meninggal dunia," katanya. (*)
Laporan wartawan Tribun Timur, Wahyudin Tamrin