Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Biden Terang-terangan Bantu Ukraina hingga Singgung Putin, Presiden Prancis Macron Beri Peringatan

Meski termasuk negara kecil, namun Ukraina hingga kini masih angkat senjata melawan rezim Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Editor: Ansar
Kolase
Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan Presiden Rusia, Vladimir Putin 

TRIBUN-TIMUR.COM - Konflik Rusia-Ukraina sudah sebulan lebih berlangsung hingga menyebabkan banyak korban.

Ukraina kini porak-poranda, namun Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tak mau mengalah.

Meski termasuk negara kecil, namun Ukraina hingga kini masih angkat senjata melawan rezim Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Hal itu membuat sejumlah negara yang tergabung dengan NATO, termasuk Amerika Serikat berpihak ke Ukraina.

Bahkan ada puluhan negara secara diam-diam memberi bantuan ke Ukraina.

Bahkan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden terang-terangan membantu Ukraina.

Namun tindakan Joe Biden dinilai terlalu berlebihan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Emmanuel Macron memberi peringatan ke Joe Biden supaya tidak lancang berbicara soal konfliuk Rusia.

Apalagi kalimat yang menjurus langsung pada Rusia seperti Vladimir Putin.

Foto tanggal 10 Maret 2011 memperlihatkan Joe Biden (kiri) yang kala itu menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat, berjabat tangan dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin di Moskwa.
Foto tanggal 10 Maret 2011 memperlihatkan Joe Biden (kiri) yang kala itu menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat, berjabat tangan dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin di Moskwa. (RIA NOVOSTI/ALEXEI DRUZHININ via AP)

Menurutnya, kalimat-kalimat provokatif yang diucapkan Biden bisa saja memicu konflik yang meluas.

Padahal menurut Macron, dunia tengah berusaha untuk menghentikan konflik Rusia. Maka, jangan sampai kata-kata Joe Biden yang menyarang malah membuat konflik jadi berkepanjangan.

Emmanuel Macron pada hari Minggu mendesak untuk menahan diri ketika membahas perang di Ukraina, setelah Presiden Joe Biden menyebut pemimpin Rusia sebagai "tukang daging" yang seharusnya tidak lagi berkuasa.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Prancis, Macron memperingatkan agar tidak menggunakan bahasa yang begitu keras ketika merujuk pada konflik yang sedang berlangsung.

“Kami ingin menghentikan perang yang diluncurkan Rusia di Ukraina tanpa eskalasi—itulah tujuannya,” kata Macron kepada France 3 TV, menurut Reuters.

"Jika ini yang ingin kita lakukan, kita seharusnya tidak meningkatkan sesuatu—baik dengan kata-kata maupun tindakan."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved