KGSB Gelar Webinar Kekerasan Seksual, Ajak Guru Melek Hukum

Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) bersama Rumah Guru BK dan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menggelar Webinar

Editor: Rasni
Istimewa
Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) bersama Rumah Guru BK (RGBK) dan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera mengadakan Webinar pada Sabtu 26 Maret 2022. Webinar ini diikuti oleh anggota guru KGSB di seluruh Indonesia dan Timor Leste 

TRIBUN-TIMUR.COM - Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) bersama Rumah Guru BK dan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menggelar Webinar bertajuk 'Menghadapi Ancaman Kekerasan Seksual di Lingkungan Sekolah' pada Sabtu (26/03/ 2022).

Ratusan anggota KGSB dari tingkat PAUD hingga Perguruan Tinggi di 31 Provinsi Indonesia dan Timor Leste hadir sebagai peserta kegiatan yang dilaksanakan via Zoom itu.

Narasumber dihadirkan dalam webinar ini yakni Bivitri Susanti dan Sri Bayuningsih Praptadina.

Masing-masing merupakan akademisi dari Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera.

Hadir juga sebagai pemateri perwakilan pendidik yaitu Ana Susanti sebagai Founder Rumah Guru BK dan Widyaiswara di Kemendikbud Ristek RI, Arief T Surowidjojo selaku Ketua STH Indonesia Jentera dan Marjuki sebagai Konsultan Rumah Guru BK.

Dalam rilis yang diterima Tribun Timur Senin (28/3/2022), Founder KGSB, Ruth Andriani menuturkan sekolah harus menjadi wadah yang aman dan terhindar dari segala ancaman kekerasan seksual bagi siswa siswi untuk mengenyam pendidikan.

Makanya menurutnya dia, guru harus memiliki bekal untuk mampu mencegah dan melindungi anak dari kekerasan seksual.

“Sekolah idealnya merupakan jaring pengaman bagi peserta didiknya. Kami berinisiatif untuk melindungi masa depan anak melalui para guru. Para narasumber juga merupakan pakar dibidang hukum dan penanganan kekerasan seksual,” ujarnya.

Sementara Founder Rumah Guru BK dan Widyaiswara di PPPPTK Penjas dan BK Kemendikbud Ristek RI, Ana Susanti  menambahkan, Webinar yang diselenggarakan KGSB kali ini menjadi langkah konkrit terhadap kemanjuan dunia pendidikan Indonesia terutama dalam menanggulangi ancaman kekerasan seksual di lingkungan sekolah.

“Dibutuhkan sosial movement dari semua pihak untuk berkolaborasi bersama dalam menangani pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pedidikan,” tegas Ana.

Di sisi lain, Bivitri Susanti menjelaskan bentuk kekerasan seksual (verbal dan nonverbal) serta upaya pencegahan dan penanganannya.

Kekerasan Seksual (KS) harus ditangani secara serius bukan hanya dari aspek penghukuman.

Tetapi juga  pentingnya pencegahan dan  penanganan cepat serta pemulihan korban.Lebih lanjut Bivitri mengkritisi UU TPKS (Tentang Penghapusan Kekerasan Seksual).

“Saat ini baru terdapat 3 jenis kekerasan seksual yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dengan uraian delik dan unsur yang masih terbatas. KUHAP yang ada tidak mengenal korban. Peraturan perundang-undangan yang ada tidak menyediakan skema pemulihan bagi perempuan korban kekerasan seksual. Selain itu, skema perlindungan bagi korban kekerasan seksual masih sangat terbatas,” ungkap Bivitri.

Sri Bayuningsih Praptadina menambahkan, Lembaga pendidikan perlu menyusun SOP dalam pencegahan dan penanganan KS. Hal ini sebagai upaya memberikan pendampingan, perlindungan dan pemulihan korban KS serta membantu menciptakan sekolah yang aman, bermartabat, inklusif, kolaboratif, setara dan tanpa  kekerasan.

“Tim penyusun SOP dalam lingkungan sekolah dalam melibatkan Kepala Sekolah, Guru BK, Perwakilan Guru dan Perwakilan Siswa (OSIS,MPK, Lembaga Ekskul). Kerangka Peraturan Pencegahan dan Penanganan KS mencakup definisi, ruang lingkup, prinsip pencegahan & penanganan KS, sasaran, pencegahan, penanganan dan mekanisme penanganan,” ujar Dina.

Tersenggaranya Webinar Menghadapi Ancaman Kekerasan Seksual di Lingkungan ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak. Tujuannya untuk membangkitkan semangat para guru, lembaga pendidikan serta pihak lainnya dalam mengatasi kekerasan seksual di lingkungan sekolah demi masa depan generasi penerus bangsa yang lebih baik.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved