Khazanah Islam
Mengenal Syekh Yusuf Penyebar Agama Islam Punya Makam di Tiga Tempat Berbeda
Syekh Yusuf pernah belajar agama di India, Yaman, Mekah, Madinah, dan Damaskus juga menyebarkan Agama Islam hingga Afrika
Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Berziarah ke makam sudah menjadi salah satu tradisi umat Islam.
Tak terkecuali di Sulawesi Selatan.
Biasanya dilakukan setelah lebaran Idul Fitri dan Idul Adha.
Namun berbeda dengan makam Syekh Yusuf.
Makam tersebut diziarahi setiap hari.
Bukan hanya warga lokal, tapi juga dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
Mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat tinggi negara.
Ada yang sekadar berziarah karena itu adalah makam ulama dan ada juga yang datang untuk bernazar.
Makam tersebut berlokasi di Jl Syekh Yusuf, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Saat wartawan tribun-timur.com berkunjung, Kamis (24/3/2022), ada belasan pengunjung yang berziarah.
"Kalau ramai itu biasanya setelah lebaran sama kalau waktu mau naik haji," kata seorang penjaga makam, Muhammad Riksa Karaeng Suro.
Pria yang akrab disapa Karaeng Suro itu memberi bunga bercampur daun pandan yang sudah diiris kecil.
Itu dimasukkan ke dalam sebuah tempat dan dibungkus menggunakan kain putih.
Peziarah membayarnya seharga Rp25 ribu.
Makam Syekh Yusuf berada dalam kubah besar yang berukuran 11 x 11 meter persegi. Ada dua lapis pintu yang dijaga oleh dua orang.
Di dalam kubah, ada 11 makam. Tapi peziarah hanya menaburi bunga di makam Syekh Yusuf dan istrinya, I Sitti Daeng Nisanga.
Peziarah ditemani penjaga yang membimbing di dalam kubah.
Ada yang membacakan ayat suci Al Quran, salawat nabi dan juga doa.
Juga tersedia kotak amal. Peziarah bisa bersedakah seikhlasnya.
"Sembilan makam di sekitarnya itu adalah guru dan juga pengikut Syekh Yusuf," kata Karaeng Suro.
Di dinding kubah bagian dalam, terdapat tulisan Arab. Juga beberapa foto yang terpajang. Salah satunya foto makam Syekh Yusuf di Afrika Selatan.
Perjalanan Hidup Syekh Yusuf
Bernama lengkap Syekh Yusuf al-Makassari Tajul Khalwatiy.
Lahir di Gowa pada 3 Juli 1626. Ayahnya bernama Abdullah dan Ibunya bernama Aminah.
Ulama yang diberi gelar Tuanta Salamaka ri Gowa itu menikah dengan I Sitti Daeng Nisanga pada tahun 1645. Putri Raja Gowa ke-15, Sultan Malikussaid.
Syekh Yusuf pernah belajar agama di India, Yaman, Mekah, Madinah, dan Damaskus. Sehingga dengan ilmunya yang dalam ia disebut sebagai ulama bahkan wali.
Selain itu, Syekh Yusuf juga menyebarkan Agama Islam di sejumlah daerah di Indonesia hingga Afrika Selatan.
Sempat diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda ke Sri Lanka pada tahun 1684.
Lalu dipindahkan lagi ke Cape Town, Afrika Selatan pada tahun 1694.
Lima tahun kemudian, Syekh Yusuf wafat diusia 73 tahun.
Tepat pada 23 Mei 1699.
Ia dimakamkan di Afrika Selatan. Lokasinya di atas bukit.
Kemudian Raja Gowa ke-19, I Mappadulu Daeng Mattimung Karaeng Sanrobone Sultan Abdul Jalil Tuminanga ri Lakiyung meminta agar memulangkan jenazah Syekh Yusuf ke Gowa.
Keranda jenazah Syekh Yusuf kembali dimakamkan pada 6 April 1705 di Gowa.
"Jadi sebenarnya makamnya hanya ada tiga. Di Gowa, Banten, dan Afrika Selatan," kata Karaeng Suro.
"Tapi ada juga yang mengakui makamnya di Madura dan Sri Lanka. Mungkin itu dilakukan sebagai penghormatan kepada Syekh Yusuf atas jasanya," lanjutnya. (*)
Laporan wartawan Tribun Timur, Wahyudin Tamrin