Regenerasi Petani, Polbangtan Teken MoU dengan MTs Negeri Gowa
Ada tiga ruang lingkup kerjasama yang tercantum dalam nota kesepahaman tersebut meliputi;
TRIBUN-TIMUR.COM,GOWA - Mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern saat ini menjadi tujuan utama pembangunan pertanian.
Oleh karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) tidak pernah berhenti berupaya menghadirkan banyak petani milenial sebagai motor penggerak utama.
Melalui pendidikan vokasi, Kementan terus berupaya menarik minat generasi muda pada sektor pertanian.
“Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) sebagai pelaksana pendidikan vokasi merupakan pabrik pencetak generasi milenial. Generasi milenial memiliki ciri berpikir strategis, inspiratif, inovatif, energik, antusias, dan fasih mengadopsi teknologi digital dalam berbagai aspek bisnis sehingga diprediksi menjadi pembawa pembaruan dalam pembangunan pertanian”, tegas Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.
Syahrul berharap kaum muda bisa dimaknai sebagai benteng pembangunan pertanian.
Dengan kekayaan alam yang kita punya, sekarang tinggal bagaimana kita dapat menghadirkan kecerdasan mengolah itu” ungkap Syahrul.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi pada kesempatan yang berbeda mengatakan saat ini jumlah petani Indonesia terus berkurang.
“Dari 33 juta orang petani Indonesia, 70 persen diantaranya sudah tua berusia di atas 55 tahun. Sedangkan petani muda kurang dari 30 persen. Para petani milenial muda harus banyak tercipta melalui Polbangtan. Maka sebagai pendidikan tinggi vokasi, diperlukan kerja sama dengan berbagai lembaga, baik itu Sekolah, Universitas, Dunia Usaha maupun Dunia Industri (DUDI)", ungkap Dedi.
Baru-baru ini Polbangtan Gowa melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa, Selasa(22/03).
Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin, pada saat acara penandatangan MoU menyampaikan bahwa Polbangtan Gowa akan terus menjalin kerjasama dengan siapapun untuk mendukung dan mensukseskan semua program Kementerian Pertanian (Kementan) serta menyukseskan program Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Polbangtan Gowa akan terus menjalin kerjasama dengan siapapun untuk mendukung dan mensukseskan semua program Kementerian Pertanian (Kementan) serta menyukseskan program Tri Dharma Perguruan Tinggi.Program utama Kementan saat ini adalah mencetak 2,5 juta petani milenial. Maka kerjasama ini diharapkan sebagai salah satu upaya Pengenalan pertanian sejak dini bagi calon petani milenial”, papar Syaifudin.
Lebih kanjut ia mengatakan, “sebagai sarana pembelajaran, Polbangtan Gowa memiliki lahan yang luas berupa demfarm, demplot maupun teaching factory baik yang berada di Gowa maupun di Bone, yang dapat dimanfaatkan oleh para calon petani milenial dari MTs Negeri Gowa. Polbangtan Gowa juga dapat mengirim Mahasiswa maupun Dosen dengan keahlian masing-masing ke Madrasah untuk kegiatan penyuluhan maupun pembinaan disana”. Tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala MTs Negeri Gowa Mansur Patiroi mengatakan bahwa ,saat ini Madrasah memiliki program penghijauan lingkungan.
"Maka kami memilih Polbangtan Gowa untuk bekerja sama dalam upaya pengembangan pengelolaan dan pelestarian lingkungan Hidup berbasis partisipatif Pelajar baik di dalam Madrasah maupun lingkungan sekitarnya", kata Mansur.
Ada tiga ruang lingkup kerjasama yang tercantum dalam nota kesepahaman tersebut meliputi;
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Polbangtan-Gowa-MoU-dengan-Madrasah-Tsanawiyah-Negeri-Gowa.jpg)