Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Masih Terjadi Antrean Truk untuk Mengisi Solar di SPBU, Pertamina Sebut Bukan Langka

Salah seorang pengelola SPBU Biringere, Wahyu menyampaikan bahwa jatah yang mereka terima untuk BBM Solar sebanyak delapan ribu kilo liter.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Antrean truk di SPBU Biringere untuk mendapatkan solar pagi tadi. 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA- Sejumlah mobil truk masih terpantau antre untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/3/2022).

Kondisi ini bukan saja terjadi di Sinjai, namun hampir merata di beberapa daerah di Sulsel.

Sejak pagi tadi hingga jelang siang truk antre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Biringere, Kecamatan Sinjai Utara.

Setiap hari solar di SPBU di Sinjai cepat habis.

Hal itu membuat truk harus antre mulai dari pagi.

" Sudah beberapa hari terakhir ini solar memang cepat habis solar di SPBU, kita harus antre," kata seorang sopir truk di Sinjai Selatan bernama Kuba.

Dijumpai sejumlah sopir truk sudah tidak mendapatkan lagi solar pagi tadi.

Ia harus menunggu untuk besok pagi di SPBU.

Salah seorang pengelola SPBU Biringere, Wahyu menyampaikan bahwa jatah yang mereka terima untuk BBM Solar sebanyak delapan ribu kilo liter.

" Permintaan meningkat sementara kita hanya mendapat delapan kilo ribu liter," katanya.

Saat ini kebutuhan nelayan terhadap solar cukup meningkat menjelang mereka akan melaut.

" Beberapa hari terakhir ini memang permintaan dari konsumen cukup meningkat," katanya, Wahyu.

Setiap tahunnya pada bulan Maret-April kebutuhan cukup meningkat dari kaum nelayan.

Demikian juga permintaan dari petani untuk penggunaan mesin perontok padi combain.

Di Kabupaten Sinjai terdapat lima SPBU yang berada di empat kecamatan.

Yakni berada di Kecamatan Sinjai Barat, Sinjai Selatan, Sinjai Timur dan Sinjai Utara. 

Penjelasan Pertamina

Senior Supervisor Communication & Relation PT Pertamina Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan memberikan penjelasannya terkait banyaknya antrean truk dibeberapa daerah.

Senior Supervisor Communication & Relation PT Pertamina Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan
Senior Supervisor Communication & Relation PT Pertamina Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan (dokumentasi)

Taufiq menegaskan bahwa antren tersebut bukan sebuah kelangkaan.

Bahkan, ia menyebut stok solar di Sulsel masih melimpah, yakni rata-rata 18 ribu kiloliter perharinya.

“Pertama, dari kami itu bukan kelangkaan, stok solar di Sulsel masih sangat melimpah,” kata Taufiq saat dihubungi Tribun-Timur.com beberapa waktu lalu.

Taufiq mengatakan bahwa situasi antrian ini hanya terjadi di beberapa SPBU saja.

Di mana, beberapa SPBU melalukan penghematan dalam mengatur kuota yang telah ditetapkan.

“Apabila ada SPBU sudah lebih kuota, akan berhemat agar tidak lebih dari kuota,” katanya.

Lebih lanjut, Taufiq menuturkan bahwa masyarakat tak perlu khawatir terhadap kejadian tersebut.

“Masyarakat tak perlu khawatir, sebetulnya ini terjadi di beberapa SPBU saja, kami Pertamina juga membantu agar kuota cukup sampai akhir tahun,” tutur Taufiq.

Dirinya pun mengimbau masyarakat untuk menggunakan solar sesuai dengan peruntukan.

Diantaranya untuk kendaraan pribadi roda 4 maksimal 60 liter per hari.

Lalu kendaraan angkutan umum roda 4 maksimal 80 liter per hari.

Selanjutnya kendaraan angkutan umum roda 6 maksimal 200 liter per hari.

Kemudian kendaraan yang lebih dari 6 roda dilarang menggunakan solar subsidi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved