Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemkot Makassar

Co'mo Program Pertama Pemkot Makassar Bakal Dimetaversekan, Layani Rute Lorong ke Lorong

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, akan melauncing commuter metromoda atau co'mo pada 17 Agustus 2022.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat memaparkan program prioritasnya di acara rakorsus 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, akan melauncing commuter metromoda atau co'mo pada 17 Agustus 2022.

Co'mo merupakan alat transportasi massa yang sedang digarap Pemerintah Kota Makassar.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto telah memperlihatkan desainnya saat rapat koordinasi khusus (rakorsus).

Baca juga: Danny Pomanto Jawab Keraguan Pihak Soal Implementasi Makassar Metaverse

Baca juga: Danny Pomanto Jadikan Sistem Sombere & Smart City Sebagai Paltform Makassar Metaverse

Co'mo akan mengaspal di Kota Makassar melayani perjalanan masyarakat dari lorong ke lorong.

Masyarakat juga bisa melakukan perjalanan wisata menggunakan kendaraan ini.

Apalagi jika program lorong wisata di Makassar sudah berjalan.

"Nanti akan melayani perjalanan ke hotel dan lorong wisata," ucap Danny Pomanto, Kamis (17/3/2022).

Kata Danny, program ini akan menjadi inovasi pertama yang dimetaversekan.

Kendaraan ini bakal dilengkapi alat yang canggih, misalnya menggunakan virtual reality (VR).

Ini jadi salah satu upaya Pemkot Makassar mewujudkan Makassar kota metaverse atau Makaverse.

"Kalau naik co'mo pakai virtual reality (VR) jadi bisa sambil wisata virtual," bebernya.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan Makasar, Iman Hud mengatakan, co'mo juga berfungsi sebagai pengumpan atau feeder menuju jalan-jalan besar.

Terkait rencana Wali Kota untuk melaunching kendaraan tersebut pada Agustus nanti, Iman menyampaikan akan mengikuti arahan wali kota.

Ia justru belum tahu berapa unit kendaraan Como yang akan dibuat tahun ini, begitu juga dengan anggaranya.

"Belum tahu berapa unit apakah dianggarkan di 2022 hanya prototipe saja, tapi kita usahakan," katanya.

Sejauh ini, pihaknya masih sedang melakukan kajian dengan eksper di bidang transporasi Universitas Hasanuddin.

"Kita kaji dulu bagaimana rancang bangunnya, DED nya, dan persiapan lain," tuturnya.

"Itu harus ada kajian akademiknya sehingga itu bisa meyakinkan orang dan orang percaya, kita berikan ahlinya untuk mendesain itu," sambungnya.

Yang pasti kata Iman, konsep Como didesain futuristik dan mengedepankan kenyamanan.

Setelah rancang bangunnya selesai, Pemkot akan melakukan persiapan regulasi pemanfaatan kendaraan tersebut.

Harus ada rekomendasi atau sertifikat dari departemen perhubungan.

"Kita akan berkolaborasi dengan baik, paling tidak sudah ada bayangan untuk kendaraan itu," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved