Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Makassar Siap Bermetaverse

Executive Chairman & Co-Founder WIR Group, Daniel Surya, memaparkan konsep metaverse dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pemkot Makassar

Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Rakorsus sekaligus launching Makassar Metaverse di Hotel Four Poin Jl Andi Djemma, Selasa (15/3/2022) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Executive Chairman & Co-Founder WIR Group, Daniel Surya, memaparkan konsep metaverse dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pemkot Makassar di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jl Andi Djemma, Selasa (15/3/22) pagi.

Pemaparan Daniel disaksikan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, Wakil Wali Kota, Fatmawati Rusdi dan ribuan pejabat serta ASN Pemkot Makassar yang hadir langsung di Hotel Four Points.

Baca juga: Danny Pomanto Perlihatkan 20 Program Strategis Pemkot Makassar di Acara Rakorsus, Ada Sirkuit Balap

Baca juga: Danny Pomanto Jadikan Sistem Sombere & Smart City Sebagai Paltform Makassar Metaverse

Turut diundang menghadiri rakorsus, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Makassar.

Perwakilan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta relasi Pemkot Makassar dari berbagai sektor usaha, perbankan, perhotelan, dan sektor-sektor lainnya.

Sementara ribuan siswa dan guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menyaksikan dari sekolah masing-masing.

Mereka menggelar nonton bareng tayangan rakorsus yang disiarkan langsung melalui YouTube Pemkot Makassar.

Daniel mengatakan, metaverse dirancang dengan platform yang didukung oleh teknologi Artificial Intelligence (AI), Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR).

Dengan metaverse, masyarakat dibawa ke dunia virtual.

Manusia bisa memasuki dunia metaverse melalui avatar.

Untuk masuk ke dunia metaverse, dibutuhkan kesiapan.

Kota Makassar, kata Daniel, sudah siap untuk mengarah ke dunia baru tersebut.

"Sangat memungkinkan Makassar menjadi kota metaverse. Yang penting, dimulainya dari edukasi," jelas Daniel.

Menurutnya, edukasi menjadi kata kunci menuju dunia metaverse. Tidak hanya di Makassar, tidak hanya di Indonesia, tapi di semua global market.

Edukasi adalah entri awal untuk semua kota bermetaverse.

"Kalau tidak dilakukan, itu akan sangat sulit untuk membangun ekosistem metaverse," tuturnya.

Futurist, inovator sekaligus pengusaha ini menjelaskan, ekosistem metaverse tidak hanya online tapi juga offline.

"Keduanya harus jalan. Kota mana yang bisa (bermetaverse), adalah kota yang sudah ready platformnya, seperti Makassar," tuturnya.

Pemkot Makassar menggandeng Daniel Surya karena WIR Group sejauh ini telah melakukan kerjasama dengan banyak pihak untuk mengembangkan metaverse, termasuk sektor perbankan dan pemerintahan.

City Branding

Di hadapan undangan rakorsus yang digelar untuk memperingati setahun kepemimpinan Adama (akronim Danny-Fatma), Danny menjelaskan, metaverse adalah barang baru, sehingga butuh penyesuaian dan edukasi massif kepada masyarakat.

"Karena ini barang baru, waktu internet muncul, lebih banyak yang menolak daripada menerima. Itu biasa jika ada hal baru," katanya.

"Sekali lagi, karena ini hal baru, maka yang diutamakan adalah pendidikan tentang metaverse," sambungnya.

Karena itu, dalam momentum peluncuran Makassar metaverse ini, seluruh siswa SD dan SMP diwajibkan menonton secara virtual.

"Hampir 200 ribu anak-anak menonton. RT/RW, walaupun mereka bukan lagi milenial, tapi mereka juga menonton sebagai bahan pengetahuan," jelasnya.

Metaverse, kata Danny, mengubah budaya, orang-orang akan memiliki avatar.

"Ternyata avatar itu bisa menggantikan kita. Dari perilaku kita yang bisa di-scan dari perilaku kita di medsos dan akan dikelola oleh artificial intelegence," sebutnya.

Karena itu, masyarakat harus terus dididik untuk paradigma baru ini.

"Kami ingin ajak semua orang, karena Makassar itu untuk semua. Semua berhak tahu, semua juga berhak mengkritisi, dan semua juga berhak untuk mendukung,"

Kendati demikian, sebelum masuk ke dunia metaverse, indeks kepuasan warga harus lebih baik.

Pertumbuhan ekonomi harus tinggi, inflasi harus terkendali, dan angka kemiskinan menurun.

Menurutnya, platform yang akan digunakan untuk merambah ke dunia metaverse adalah platform Sombere and Smart City.

Makassar sudah punya sistem teknologi informasi dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan big data.

Paltform tersebut, kata Danny, sisa dibenahi, diperbaiki big datanya.

Penerapan metaverse sekaligus ditujukan untuk mengupdate data termasuk memformat kembali data lama.

"Itu metaverse real data yang bisa dilihat lewat virtual, tiga dimensi, tinggal kita transformasikan data tadi dalam kenyataan," ucapnya.

Karena itu, anggaran untuk membuat metaverse telah tersedia dalam pengembangan Sombere and Smart City.

"Kita sudah punya anggaran, nanti besarannya kita konsultasikan sejauh mana kita akan mengikuti, hal-hal yang fundamental dulu," kata Danny.

Danny menjelaskan, dasar pembangunan metaverse masuk dalam pembangunan city branding.

Menurutnya, metaverse adalah salah satu strategi yang paling baik dan cepat untuk membangun city branding Makassar.

"Kota yang city brandingnya kuat, maka dia akan jadi magnet yang kuat. Bagi kota yang magnetnya kuat, maka ekonomi akan tertarik di situ," ungkapnya.

Selengkapnya, silakan baca Harian Tribun Timur edisi Rabu (16/3/2022)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved