Headline Tribun Timur
Makassar Siap Bermetaverse
Executive Chairman & Co-Founder WIR Group, Daniel Surya, memaparkan konsep metaverse dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pemkot Makassar
Futurist, inovator sekaligus pengusaha ini menjelaskan, ekosistem metaverse tidak hanya online tapi juga offline.
"Keduanya harus jalan. Kota mana yang bisa (bermetaverse), adalah kota yang sudah ready platformnya, seperti Makassar," tuturnya.
Pemkot Makassar menggandeng Daniel Surya karena WIR Group sejauh ini telah melakukan kerjasama dengan banyak pihak untuk mengembangkan metaverse, termasuk sektor perbankan dan pemerintahan.
City Branding
Di hadapan undangan rakorsus yang digelar untuk memperingati setahun kepemimpinan Adama (akronim Danny-Fatma), Danny menjelaskan, metaverse adalah barang baru, sehingga butuh penyesuaian dan edukasi massif kepada masyarakat.
"Karena ini barang baru, waktu internet muncul, lebih banyak yang menolak daripada menerima. Itu biasa jika ada hal baru," katanya.
"Sekali lagi, karena ini hal baru, maka yang diutamakan adalah pendidikan tentang metaverse," sambungnya.
Karena itu, dalam momentum peluncuran Makassar metaverse ini, seluruh siswa SD dan SMP diwajibkan menonton secara virtual.
"Hampir 200 ribu anak-anak menonton. RT/RW, walaupun mereka bukan lagi milenial, tapi mereka juga menonton sebagai bahan pengetahuan," jelasnya.
Metaverse, kata Danny, mengubah budaya, orang-orang akan memiliki avatar.
"Ternyata avatar itu bisa menggantikan kita. Dari perilaku kita yang bisa di-scan dari perilaku kita di medsos dan akan dikelola oleh artificial intelegence," sebutnya.
Karena itu, masyarakat harus terus dididik untuk paradigma baru ini.
"Kami ingin ajak semua orang, karena Makassar itu untuk semua. Semua berhak tahu, semua juga berhak mengkritisi, dan semua juga berhak untuk mendukung,"
Kendati demikian, sebelum masuk ke dunia metaverse, indeks kepuasan warga harus lebih baik.
Pertumbuhan ekonomi harus tinggi, inflasi harus terkendali, dan angka kemiskinan menurun.