Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sungai Lawape Keruh, Air PDAM Luwu Timur Tidak Mengalir Sementara

Hal ini sudah berlangsung sejak Kamis, 10 Maret 2022. Dampak dari material longsor yaitu lumpur masuk ke Sungai Lawape sejak 10 Maret 2022, malam.

Tayang:
Penulis: Ivan Ismar | Editor: Saldy Irawan
dok pribadi
Direktur PDAM Waemami Luwu Timur, Andi Maryam   

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Distribusi air ke pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Waemami Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), terhenti di beberapa desa di Kecamatan Malili.

Hal ini sudah berlangsung sejak Kamis, 10 Maret 2022. Dampak dari material longsor yaitu lumpur masuk ke Sungai Lawape sejak 10 Maret 2022, malam.

Ini juga diperparah dengan intake atau pipa strainer tersumbat karena lumpur dari material longsor. Sungai Lawape adalah salah satu sumber air baku Perumdam Waemami. 

Tim Perumdam Waemami sudah melakukan perbaikan terkait masalah intake, pipa strainer dan sudah tuntas pada Minggu (13/3/2022) kemarin.

Direktur Perumdam Waemami Luwu Timur, Andi Maryam Muh Nur Palullu mengatakan, beberapa wilayah belum teraliri air hari ini.

Wilayah itu antara lain, Desa Wewangriu, Desa Balantang, Bunker, Lagaroang dan wilayah-wilayah ketinggian lainnya.

Wilayah yang belum teraliri air tersebut, pasokan air masih menggunakan mobil tangki Perumdam Waemami.

"Diusahakan mendapat pasokan air melalui armada mobil tangki dan mobil pick up dengan bak tandon," kata Andi Maryam kepada TribunLutim.com, Senin (14/3/2022).

Saat ini, kondisi Sungai Lawape juga masih keruh pekat.

Andi Maryam menambahkan, penanganan air baku sudah selesai sejak Minggu kemarin sore.

Hanya saja, persoalan air baku yang masih tinggi tingkat kekeruhannya, pagi tadi di angka 110 MTU.Hingga sore ini, sudah 95 MTU.

"Sedangkan batas layak diolah 40 sampai dengan 10 MTU. itu sdh dapat dikatakan normal," katanya.

"Jadi kondisi hari ini, bukan lagi pada persoalan intake tapi lebih pada kualitas air atau kekeruhan yang menyebabkan layanan belum merata ke pelanggan,"

"Masih banyak material longsor disekitar sungai sehingga air baku belum bisa jernih di sungai," imbuh Andi Maryam.

Pelanggan Perumdam Waemami tersebar di wilayah Luwu Timur total keseluruhan baru 6.000 pelanggan.

Sebagai informasi, Perumdam Waemami (dulunya PDAM Luwu Timur) beroperasi sejak 2007.

Sumber air baku PDAM Luwu Timur, dari beberapa tempat. Untuk Kecamatan Malili sumber airnya dari Sungai Lawape dan Karebbe.

Kecamatan Mangkutana, Tomoni, Tomoni Timur dan Wotu dari Sungai Uwelanti. Sementara untuk Kecamatan Burau dari Sungai Mamotong.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved