Tribun Kampus
Menuju Institut Teknologi, Dekan FT UH: Bersama Unhas Bangun Teknologi dari Timur
Surat Keputusan itu untuk membentuk Tim Pengembangan Fakultas Teknik menjadi Institut Teknologi Hasanuddin.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengembangan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT-UH) menjadi Institut Teknologi terus berlangsung.
Proyek Institut Teknologi terbesar di wilayah Kawasan Timur Indonesia ini sebenarnya telah berlangsung beberapa tahun lalu.
Awal mula proyek ini disampaikan oleh HM Jusuf Kalla kala peletakan batu pertama pembangunan Fakultas Teknik Gowa pada 9 Mei 2009.
"Mulanya, waktu peletakan batu pertama pembangunan fakultas ini, pak JK telah sampaikan dalam sambutannya bahwa semoga teknik ini kedepannya berkembang menjadi Institut," ujar Dekan Fakultas Teknik Prof Aryad Thaha kepada Tribun-Timur.com diruangannya, Senin (14/3/2022).
"Nah, ide beliau disambut gembira oleh Gubernur Sulsel, Rektor Unhas hingga seluruh akademisi Unhas," lanjutnya.
Saat itu, HM Jusuf Kalla mempunyai impian untuk menjadikan Teknik Unhas sebagai pusat pengembangan Teknologi di KTI.
Sehingga bisa menghasilkan engineer yang handal dan berdaya saing
"Beliau menyampaikan harapannya teknik ini menjadi Institut yang dapat bersaing seperti ITB dan ITS di pulau Jawa," lanjut Prof Aryad Thaha.
"Jadi, semenjak itu proses perwujudan ide bersama dimulai oleh kami semua civitas akademika Unhas," sambungnya.
Di Mulai Tahun 2014, Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengeluarkan Surat Keputusan terkait Fakultas Teknik Unhas.
Surat Keputusan itu untuk membentuk Tim Pengembangan Fakultas Teknik menjadi Institut Teknologi Hasanuddin.
Tim tersebut dipimpin Dekan FT UH, Prof Wahyu Piarah.
"Saya juga masuk sebagai anggota didalam Tim pengembangan itu," ucap Prof Arsyad Thaha.
"Hingga akhirnya, kami mulai menyusun segala rencana. Tapi, saat itu sulit berkembang. Jalan sedikit, terhambat. Banyak tantangan, dan jadinya mandek," sambungnya.
Lalu, di Era kepemimpinan Prof Arsyad Thaha pengembangan menuju Institut Teknologi dilanjutkan.
Sebelumnya, seluruh dekan memang telah menyepakati secara tertulis untuk berkomitmen mewujudkan Institut Teknologi.
"Seluruh calon dekan saat itu, termasuk saya telah menandatangani pakta integritas dari senat fakultas untuk berkomitmen mewujudkan Institut Teknologi," ujar Dekan FT-UH ini.
Langkah awal diambil oleh Prof Arsyad ialah kembali membentuk Tim Implementasi dari SK Rektor ditahun 2014.
Perihal pengembangan Fakultas Teknik menjadi Institut Teknologi.
Dibawahi oleh Fakultas, Tim ini dipimpin oleh Prof Saleh Pallu hingga saat ini.
Berbagai keraguan mengiringi langkah Fakultas Teknik menuju Perguruan Tinggi.
Utamanya, mengenai nasih Universitas Hasanuddin jika ditinggal oleh salah satu fakultas kebanggannya.
Keraguan ini dijawab tegas dengan komitmen untuk maju bersama antara Institut Teknologi dan Universitas Hasanuddin.
"Kita telah paparkan segala kemungkinan yang terjadi dihadapan Rektor dan banyak akademisi Unhas lainnya. Solusi dari segala dampak telah kami urai bersama," ujar Prof Arsyad.
"Pada intinya, Institut Teknologi merupakan anak dari Universitas Hasanuddin. Maka dari itu, kedua kampus ini akan membangun sinergitas bersama untuk memajukan Kawasan Timur Indonesia demi bersaing secara global," sambungnya.
Kedepan, Institut Teknologi bersama Universitas Hasanuddin berkomitmen menjadi pionir kemajuan Indonesia Timur.
Melalui Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat yang dibalut dalam Sinergitas antara dua kampus ini.
Kini, Proposal pengembangan Institut Teknologi telah sampai ditangan Pemerintah Pusat.
Fakultas Teknik Unhas tinggal menunggu persetujuan untuk resmi menyandang nama Institut Teknologi.
Jika berjalan mulus, Tahun ini SK Perguruan Tinggi Baru atas nama Institut Teknologi telah terbit.
Sehingga, SK tersebut menjadi penanda hadirnya Pusat Pengembangan Teknologi terbesar di Indonesia Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dekan-ft-uh-prof-aryad-thaha4rerf.jpg)