Meskipun Pandemi, Warga Sulsel Ramai-ramai Beli Mobil
Namun, di dunia otomotif, dampak dirasakan hanya di awal pandemi ketika diberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskla Besar (PSBB).
Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pandemi Covid-19 memberikan dampak di segala aspek.
Namun, di dunia otomotif, dampak dirasakan hanya di awal pandemi ketika diberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Transaksi penjualan mobil masih berjalan, bahkan mengalami kenaikan di tahun kedua pandemi.
Demikian yang disampaikan oleh Branch Manager Hyundai Gowa, H Budi Amin dalam acara talkshow BSI Property & Auto Expo Syariah, Sabtu (12/3/2022).
Talkshow yang dipandu Ria Rezki Kencana ini mengangkat tema Perkembangan Otomotif di Tengah Gelit Industri Perbankan Syariah.
Acara ini berlangsung di Mal Ratu Indah (MaRi) dan disiarkan secara langsung melalui YouTube dan Facebook Tribun Timur.
Budi mengatakan bahwa seiring berjalannya waktu, penjulan mobil di masa pandemi tetap mengalami kenaikan.
“Kemarin di 2022, market Sulsel kurang lebih 25 ribu, ternyata di 2021 naik sebesar 35 ribuan unit atau naik sekitar 25 persen,” katanya.
Menurutnya, kenaikan itu didasari karena mobil bukan lagi kebutuhan sekunder, tapi kebutuhan primer.
Melihat perkembangan itu, Budi mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan dukungan dari bank dan leasing, salah satunya BSI.
“Terlepas dari itu, dunia otomotif di pandemi itu sangat signifikan kenaikannya,” katanya Budi.
Budi pun menuturkan bahwa pandemi di 2021 tak memberikan pengaruh lagi bagi dunia otomotif.
“Market masih banyak. Artinya kesempatan BSI untuk bisa mengamati dan menangkap peluang,” tuturnya.
BSI Tangkap Peluang
Di kesempatan yang sama, Area Manager BSI Makassar, Nugroho Agung Dewanto juga menuturkan bahwa kini mobil merupakan kebutuhan primer.