Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Stadion Barombong

GMTD Pertegas Lahan Stadion Barombong Belum Diserahkan ke Pemprov, Tapi Bakal ke Pemkot Makassar

Hal itu diakui oleh Associated Director PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk, Eka Firman Ermawan.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
Sanovra JR/Tribun timur
Kondisi Stadion Barombong yang terletak di Jl Poros Barombong 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lahan Stadion Barombong rupanya belum diserahkan ke Pemerintah Provinisi Sulawesi Selatan. 

Hal itu diakui oleh Associated Director PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk, Eka Firman Ermawan.

"Belum diserahkan ke Pemprov, tapi komunikasi tetap berjalan baik dengan pihak Pemprov, mengenai pertemuan wali kota dengan pihak GMTD saya tidak tahu. Tapi Komunikasi kami ke Pemkot dan wali kota juga sangat baik,"  ucap Eka Firman Ermawan, Selasa (1/3/2022). 

Ia juga menampik adanya penyerahan lahan yang dilakukan pada tahun 2019 lalu.

"Itu penyerahan Jl Metro Tanjung Bunga sebagai fasum fasos PT GMTD," jelasnya.

Kendati demikian, GMTD tetap siap menyerahkan lahan tersebut ke pemerintah sebagai penyerahan fasum-fasos demi kepentingan warga Sulsel, khususnya warga Makassar.

Terkait dengan rencana pemerintah Kota Makassar yang ingin melanjutkan pembangunan stadion Barombong, Eka mengaku mendukung langkah tersebut.

"Kami juga sangat mendukung jika stadion barombong diambil alih oleh Pemkot Makassar," tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyampaikan, pihaknya telah bertemu dengan pihak GMTD ihwal lahan Stadion Barombong.

"Soal tanah sudah ada pembicaraan saya bersama GMTD karena belum serahkan ke provinsi," sebutnya.

"Karena kalau diserahkan tidak berbentuk fasum dihitung sebagai hibah, kalau diserahkan ke pemkot dalam bentuk fasum sehingga kewajiban lingkungan menurut undang-undang penyerahan 30 persen itu meringankan dia ada manfaatnya," sambungnya.

Danny menyampaikan,  alasannya untuk melanjutkan pembangunan Stadion Barombong tidak ada kaitannya dengan politik.

Melainkan desakan dari masyarakat untuk memiliki stadion, dan itu harus didengarkan keinginannya.

"Seandainya stadion itu tidak di Makassar kita tidak minat tapi karena desakan masyarakat itu harus dengarkan apa yang diinginkan," tuturnya.

Alasan lainnya, Danny sangat menyayangkan gedung besar tersebut terlantarkan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved