Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penyebab Sebenarnya Rusia Serang Ukraina, Dulu Sama-sama Negara Bagian Tapi Pecah Bikin Putin Marah

Volodymyr Zelenskiy pun meminta warga Ukraina untuk mengibarkan bendera negara dari gedung-gedung.

Editor: Ansar
AFP
Seorang pria menggunakan karpet untuk menutupi tubuh yang tergeletak di tanah setelah pemboman dari serangan udara Rusia di kota Chuguiv, wilayah Kharkiv, Ukraina timur, Kamis (24/2/2022). (Aris Messinis/AFP via Al Jazeera) 

Sementara itu, Ukraina menolak klaim Putin tersebut.

Baca juga: Inilah Perbandingan Kekuatan Militer Rusia dan Ukraina yang Sedang Berperang

Baca juga: Erdogan Telpon Langsung Vladimir Putin: Turki Tak Akan Akui Perbuatan Rusia ke Ukraina

Ukraina mengalami dua revolusi pada 2005 dan 2014.

Keduanya menolak supremasi Rusia.

Ukraina malah mencari jalan untuk bergabung dengan Uni Eropa dan NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara.

Putin pun sangat marah dengan kemungkinan adanya pangkalan NATO di perbatasannya jika Ukraina bergabung dengan aliansi tersebut.

Sebab NATO adalah aliansi militer yang didirikan lantaran persaingan blok Barat dengan Uni Soviet dan sekutunya pasca-Perang Dunia II.

Anggota NATO diisi negara-negara sekutu Amerika seperti Inggris.

Konflik Rusia dan Ukraina 2014

Konflik Rusia dan Ukraina sebenarnya telah terjadi sejak 2014.

Saat itu, Ukraina menggulingkan presiden  yang pro-Rusia yakni Viktor Yanukovych.

Pelengseran Yanukovych menyebabkan konflik dalam pemerintahan Ukraina yang terbagi menjadi dua golongan yaitu pendukung Uni Eropa dan pendukung Rusia.

Putin pun menggunakan kekosongan kekuasaan untuk mencaplok Krimea dan mendukung pemberontakan dari golongan separatis atau pendukung Rusia di provinsi tenggara Donetsk dan Luhansk.

Campur tangan Rusia atas permasalahan Ukraina didasarkan pada kepentingan politik dan ekonomi.

Letak geopolitik Crimea yang strategis ingin dimanfaatkan Rusia untuk memperkuat pengaruh di kawasan Eropa Timur dan Timur Tengah.

Konflik Rusia dan Ukraina tersebut berubah menjadi perang terpanas di Eropa.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved