Jembatan Kaca Toraja
Habiskan Anggaran Rp 3,9 M, Sudah 2 Tahun Jembatan Kaca Burake Tana Toraja Retak dan Tak Terurus
Jembatan kaca di obyek wisata Buntu Burake, Kecamatan Makale, Tana Toraja retak, Rabu (23/2/2022).
Penulis: Tommy Paseru | Editor: Sudirman
TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE- Jembatan kaca di obyek wisata Buntu Burake, Kecamatan Makale, Tana Toraja retak, Rabu (23/2/2022).
Kaca yang retak pada bagian sebelah selatan jembatan.
Keretakan terjadi secara merata disalah satu lembaran kaca jembatan.
Baca juga: Satu Rumah Tongkonan di Mengkendek Tana Toraja Ludes Dilalap Api
Baca juga: Fenomena Tanah Bergerak di Rano Tana Toraja, 4 Rumah Ambruk! Warga Menangis
Petugas penarikan retribusi mengatakan, bahwa kaca yang retak sudah berlangsung lama.
Kurang lebih dua tahun, sejak Tana Toraja masih dipimpin Nicodemus Biringkanae.
"Sudah lama sekali itu, sejak pak Nico masih Bupati, sekarang semakin parah," ujar salah satu petugas retribusi dilokasi Rabu sore.
Penutupan jembatan atau anjungan kaca untuk menghindari kejadian tak terduga.
Demi kemanan dan keselamatan pengunjung.
Meski ditutup, tak satupun petugas yang berjaga di jembatan kaca yang berada diatas jurang setinggi 1.200 meter tersebut.
Kepala Dinas PRKP Tana Toraja, Daud Balalembang mengatakan, perbaikan jembatan burake sudah dalam tahap perhitungan.
Nantinya perbaikan dilakukan secara menyeluruh di obyek wisata primadona Tana Toraja tersebut.
"Tahun ini diperbaiki, sementara dalam proses perhitungan, khususnya lembaran kaca yang retak," jelasnya saat dikonfirmasi terpisah.
Dua tahun berlarut-larut tak diperbaiki, menurut Daud karena terkendala anggaran akibat pandemi Covid-19.
"Karena Covid, Burake juga lama ditutup akibat Covid," ujarnya.
Sebagai informasi, proyek jembatan kaca yang menelan biaya mencapai Rp 3,9 miliar ini dirancang oleh PT Mari Bangun Persada Spesialis.
Bahan yang digunakan berupa kaca tempered glass (tahan panas) berstandar SNI buatan Indonesia dari Surabaya.
Untuk menaiki kaca, wisatawan tidak diperkenankan memakai sepatu dan sendal.
Petugas yang berjaga telah menyediakan alas kaki khusus yang jumlahnya 20 pasang.
Alas kaki itu di impor langsung dari negara China dan disediakan oleh Dinas Parawisata Tana Toraja.
Wisatawan yang ingin masuk ke jembatan kaca ini harus membayar Rp 50 ribu diluar biaya tiket.
Laporan Kontributor : TribunToraja.Com,@b_u_u_r_y