PSM Makassar
PSM Makassar Kian Dekat Zona Degradasi, Sekjen The Macz Man Soroti Perekrutan Pemain
Sekretaris Jenderal (Sekjen) The Macz Man, Mustafa menilai performa PSM tak lepas dari perekrutan pemain dilakukan pada bursa transfer paruh musim.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PSM Makassar belum menunjukkan perbaikan performa pada putaran kedua Liga 1 2021-2022.
Hingga pekan ke-26 Liga 1, klub kebanggaan masyarakat Sulsel ini masih berkutat di papan bawah klasemen.
Peringkat 13 dengan 28 poin. Hasil enam kali menang, sepuluh kali imbang dan sembilan kali kalah.
Terakhir PSM kalah 0-2 dari Persita Tangerang. Kekalahan ini menjadi kekalahan ketiga beruntun, serta nihil cetak gol.
Jika tak menunjukkan peningkatan, bukan tidak mungkin PSM semakin mendekati zona degradasi.
Apa lagi hanya terpaut enam poin dari Persipura Jayapura yang memimpin zona merah.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) The Macz Man, Mustafa menilai performa PSM tak lepas dari perekrutan pemain dilakukan pada bursa transfer paruh musim.
Pemain anyar didatangkan, kualitasnya di bawah dari pemain yang sudah ada sebelumnya di PSM.
Harusnya untuk perkuat PSM, pemain didatangkan yang memiliki kualitas di atas dari pemain yang telah ada, seperti di atas Yakob Sayuri atau Ilham Udin Armaiyn.
"Makanya saya sempat katakan akan ada konsekuensi ditanggung jika pemain seperti ini (red, kualitas di bawah pemain yang ada) didatangkan. Ini sudah terbukti, PSM di jurang degradasi," katanya melalui telepon, Minggu (20/2/2022).
Menurutnya, di era sepak bola modern tak bisa dipungkiri, dana besar sangat menentukan.
Jika ada dana, tentu bisa berbicara untuk ke level juara. Sebab, bisa mendatangkan pemain berkualitas.
"Kita harus datangkan pemain berkualitas. Kalau materi pemain seperti ini tak bisa berbuat apa-apa," ungkap Mustafa.
Dia melihat kekalahan dua gol tanpa balas dari Persita akibat tak adanya sosok penahan serangan lawan di lapangan tengah.
Sehingga lawan dengan mudah menembus ke lini pertahanan.