Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Headline Tribun Timur: Tarawih dalam Intaian Puncak Gelombang IV Covid-19

Bisa jadi, gelombang ketiga atau bahkan akan disebutkan akan muncul gelombang ke-4 akan menjadi alasan membatasi pelaksanaan Salat Tarawih.

Editor: Hasriyani Latif
SHUTTERSTOCK/peterschreiber.media
Bisa diprediksi kalimat “gelombang ke-4 Covid-19 akan terjadi jika Salat Tarawih berjamaah di masjid diizinkan dan mudik Lebaran dibuka. 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Momentum Ramadan dan Idulfitri 1443 H bersamaan dengan puncak gelombang ketiga Covid-19.

Bisa jadi, gelombang ketiga atau bahkan akan disebutkan akan muncul gelombang ke-4 akan menjadi alasan membatasi pelaksanaan Salat Tarawih di masjid lagi, seperti dua tahun sebelumnya.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi Mepid, Sabtu (12/2/2022), menegaskan Indonesia masih mengikuti rekomendasi WHO.

Baca juga: Headline Tribun Timur: Muhammadiyah Mulai Puasa Ramadan 2 April 2022

Baca juga: Edy Kusuma Suhardi: Pelaku Perjalanan Luar Kota Pemicu Lonjakan Covid 19 di Parepare

Hingga saat ini Badan Kesehatan Dunia atau WHO belum memberikan rekomendasi untuk mengurangi protokol kesehatan.

Bisa diprediksi kalimat “gelombang ke-4 Covid-19 akan terjadi jika SalatTarawih berjamaah di masjid diizinkan dan mudik Lebaran dibuka” akan menjadi santapan jelang Ramadan nanti.

Epidemiologi Unhas, Ansariadi PhD, memprediksi puncak Gelombang Ketiga Covid-19 terjadi empoat hingga lima pekan ke depan, atau pada akhir Maret 2022.

Artinya, Ramadan datang saat kita masih berhadapan dengan puncak Gelombang Ke-3.

Atau katakanlah puncak gelombang ketiga terjadi empat pekan ke depan. Artinya terjadi pada pekan kedua Maret 2022.

Maka, bisa jadi justeru akan disebut puncak gelombang ke-4 terjadi pada awal April atau awal Mei. Alias pada Ramadan dan Idulfitri.

“Di Indonesia, mulai dari naiknya dan puncaknya, kira-kira 5 sampai 6 minggu. Mungkin Omicron ini lebih cepat karena daya tularnya lebih cepat. Sehingga ada mengatakan anggaplah Sulsel atau Makassar, mulai naik akhir Januari, maka kita perkirakan sampai pertengahan Maret akan menjadi situasi krisis bahwa akan terjadi peningkatan kasus,” jelas Ansariadi.

Baca juga: Akademisi Unibos Minta PTM Dihentikan Sebelum Covid-19 Makin Ganas

Baca juga: Dinkes Sebut Pasien Covid-19 di Pinrang Bertambah, Disarankan Isolasi Mandirixz

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga sudah mengingatkan bahwa gelombang ketiga segera akan terjadi.

“Banyak orang bilang kenapa pas mau puasa, lebaran, tiba-tiba meninggi. Sebenarnya ini momentum saja tetapi jauh-jauh hari kita sudah meminta agar bagaimana PTM dan proses dari rumah ke sekolah atau sebaliknya itu betul-betul ketat,” kata Humas IDI Makassar, dr wachyudi Muchsin SH MH.

Padahal, menurut dr Nadia, beberapa negara di luar negeri mulai melonggarkan protokol kesehatan mereka.

Bahkan ada yang mengklaim telah melewati masa pandemi.

Meski begitu, Nadia Tarmizi menambahkan, negara sebenarnya juga telah diberikan kebebasan mengadopsi sesuai konteks dan situasi di daerahnya masing-masing.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved