Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Covid 19

Video: 19 Warga Maros Positif Covid-19, Terbanyak di Kecamatan Mandai

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Muhammad Yunus menjelaskan, penambahan kasus terjadi dalam kurun waktu lima hari terakhir.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Pasien Covid-19 di Kabupaten Maros meningkat usai empat bulan zero kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Muhammad Yunus menjelaskan, penambahan kasus terjadi dalam kurun waktu lima hari terakhir.

"Penambahan kasus terjadi lima hari terakhir. Kasus Covid-19 ini muncul setelah kita mengumumkan zero kasus 30 Oktober 2021 kemarin," sebutnya.

Jumlah kasus aktif saat ini berjumlah 19 orang.

Baca juga: Video: 23 Warga Maros Terjangkit DBD

Baca juga: Selain Covid-19, Warga Maros Juga Diserang Demam Berdarah Dengue

"Ada 19 kasus aktif saat ini, tersebar di tujuh kecamatan," katanya.

Dari 19 positif, hanya satu yang menjalani perawatan di rumah sakit.

"18 orang isolasi mandiri. Sementara satu lainnya tengah dirawat di RS Bhayangkara Makassar," sebutnya.

Kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi yakni Mandai, Marusu dan Turikale.

"Kasus tertinggi berada di Kecamatan Mandai tujuh orang, Marusu empat orang, Tanralili tiga orang," sebutnya.

Sementara kasus terendah berada di Turikale, Simbang dan Lau.

"Bantimurung terdapat dua kasus. Kalau yang paling rendah berada di Turikale, Simbang dan Lau dengan masing-masing satu kasus," sebutnya.

Ia mengatakan sebagian besar pasien positif tertular Covid-19 di tempat kerja.

"Klasternya itu rata-rata pekerja di Makassar. Hampir semua yang terkonfirmasi positif itu bekerja di Makassar namun berKTP Maros," tambahnya.

Untuk menekan angka Covid-19, Satgas Covid-19 akan lebih gencar melakukan pemeriksaan 3T.

"Kami dari satgas saat ini sedang memperkuat 3T, Tracing, Testing dan Treatment sesuai instruksi Mendagri no 7 tahun 2022," lanjutnya.

Giat vaksinasi juga terus digalangkan untuk seluruh masyarakat demi memperkuat antibodi.

"Perketat protokol Kesehatan, walapun sudah divaksin. Karena vaksin tidak menjamin kita tidak berpotensi terinfeksi virus Corona," jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved