Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kasus Corona di Maros

Pemkab Maros Siapkan Dua Rumah Sakit Rujukan Rawat Pasien Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Muhammad Yunus mengatakan, dari 19 pasien positif, hanya satu yang dirawat di rumah sakit.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL
Kepala Dinas Kesehatan, dr Muhammad Yunus 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Sebanyak 19 warga Maros terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Muhammad Yunus mengatakan, dari 19 pasien positif, hanya satu yang dirawat di rumah sakit.

Satu pasien tersebut dirawat di RS Bhayangkara Makassar.

Dua rumah sakit rujukan di Maros yaitu RSUD dr La Palaloi dan RSAU dr Dody Sardjoto.

Dari dua rumah sakit rujukan, belum ada satupun yang merawat pasien Covid-19.

Dua rumah sakit rujukan tersebut sudah siap menghadapi gelombang tiga Covid-19.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Maros Wajib Lakukan Pemeriksaan Rapid Antigen Minimal 51 Orang Per Hari

Baca juga: Breaking News: Empat Bulan Zero, Pasien Positif Covid-19 di Maros Bertambah 19 Kasus

"Inikan persiapan gelombang ketiga, kita sudah ada pengalaman pada gelombang satu dan dua. Makanya Rumah Sakit kita sudah siap perawatan khusus Covid-19," katanya.

Untuk persiapan Obat-obatan hingga bed set pun masih aman.

" Semuanya sudah aman. Obat-obatan oksigen hingga set bed masih aman. Bed set yang ada ada masih sama, ada 24 totalnya khusus untuk perawatan pasien Covid-19, dan itu fleksibel bisa ditambah," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasus Covid-19 di Kabupaten Maros kembali muncul usai empat bulan pengumuman zero kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Muhammad Yunus menjelaskan penambahan kasus terjadi dalam kurun waktu lima hari terakhir.

"Penambahan kasus terjadi lima hari terakhir. Kasus Covid-19 ini kembali muncul setelah kita mengumumkan zero kasus, 30 Oktober 2021 kemarin," sebutnya.

Ia mengatakan jumlah kasus aktif saat ini berjumlah 19 orang.

"Ada 19 kasus aktif saat ini, tersebar di tujuh kecamatan," katanya.

Dari 19 positif, hanya satu yang menjalani perawatan di Rumah Sakit.

"18 orang isolasi mandiri. Sementara satu lainnya tengah dirawat di RS Bhayangkara Makassar," sebutnya.

Kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi yakni Mandai, Marusu dan Turikale.

"Kasus tertinggi berada di Kecamatan Mandai, tujuh orang, Marusu empat orang, Tanralili tiga orang," sebutnya.

Sementara kasus terendah berada di Turikale, Simbang dan Lau.

"Bantimurung terdapat dua kasus. Kalau yang paling rendah berada di Turikale, Simbang dan Lau dengan masing-masing satu kasus," sebutnya.

Ia mengatakan sebagian besar pasien positif tertular Covid-19 di tempat kerja.

"Klasternya itu rata-rata pekerja di Makassar. Hampir semua yang terkonfirmasi positif itu bekerja di Makassar namun berKTP Maros," tambahnya.

Untuk menekan angka Covid-19, Satgas Covid-19 akan lebih gencar melakukan pemeriksaan 3T.

"Kami dari satgas saat ini sedang memperkuat 3T, Tracing, Testing dan Treatment sesuai instruksi Mendagri no 7 tahun 2022," lanjutnya.

Giat vaksinasi juga terus digalangkan untuk seluruh masyarakat demi memperkuat antibodi.

"Perketat protokol Kesehatan, walapun sudah divaksin. Karena vaksin tidak menjamin kita tidak berpotensi terinfeksi virus Corona," jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved