Kasus Corona di Maros
19 Pasien Covid-19 di Maros Terpapar Varian Delta, Dinkes: 18 Isoman, 1 Dirawat di Rumah Sakit
Dari 19 positif, hanya satu yang menjalani perawatan di Rumah Sakit, sisanya Isolasi Mandiri
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Muhammad Fadhly Ali
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Kasus Covid-19 di Maros kembali meningkat di Kabupaten Maros.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Muhammad Yunus, mengatakan jumlah kasus saat ini berjumlah 19 orang.
Ia mengatakan 19 pasien tersebut terjangkit Covid-19 varian Delta.
"Semua kasus aktif masih varian Delta," ujarnya.
Ia mengatakan dari hasil PCR yang dilakukan, tak ada pasien yang menunjukkan gejala Omicron.
Apabila telihat ada gejala Omicron, kata dia barulah dilakukan pemeriksaan Sampel lanjutan di Jakarta.
"Untuk menindaklanjuti pemeriksaan Omicron, itu setelah dilakukan pemeriksaan PCR. Jika hasilnya ternyata ada gejala Omicron, barulah diambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan khusus varian Omicron," sebutnya.
Yunus menjelaskan pemeriksaan khusus varian Omicron ditujukan kepada pasien tertentu.
"Saat ini, pemeriksaan varian Omicron hanya ditujukan untuk pelaku perjalanan luar negeri atau pasien yg memiliki riwayat kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri atau kontak dengan pasien terkonfirmasi Omicron," sebutnya.
Ia menyebutkan proses pemeriksaan khusus Omicron baru bisa dilaksanakan apabila hasil hasil pemeriksaan SGTF positif.
"kalau ada spesimen masuk di lab, kmudian hasilnya positif, dilanjutkan pemeriksaan SGTF. klo SGTF positif artinya probable omicron, kemudian dilanjutkan pemeriksaan WGSnya buat menentukan apa dia omicron atau bukan," terangnya.
Diketahui, kasus terjadi dalam kurun waktu lima hari terakhir.
"Penambahan kasus terjadi lima hari terakhir. Kasus Covid-19 ini kembali muncul setelah kita mengumumkan zero kasus, 30 Oktober 2021 kemarin," sebutnya.
Ia mengatakan jumlah kasus aktif saat ini berjumlah 19 orang.
"Ada 19 kasus aktif saat ini, tersebar di tujuh kecamatan," katanya.