Karantina Pertanian Makassar

Karantina Pertanian Makassar Musnahkan Media Pembawa dari 8 Negara, Ada Daging Babi hingga Laba-laba

Antara lain Malaysia, jerman, Taiwan, Spanyol, Belanda, Denmark, Cina, Thailand dan Polandia.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Muhammad Fadhly Ali
Karantina Pertanian Makassar
Karantina Pertanian Makassar memusnahkan media pembawa dari 8 negara. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Karantina Pertanian Makassar memusnahkan media pembawa dari 8 negara.

Antara lain Malaysia, jerman, Taiwan, Spanyol, Belanda, Denmark, Cina, Thailand dan Polandia.

Terdiri dari bibit, benih, buah mahkota dewa, oregano, teh, bahan jamu-jamuan, rempah-rempah, bunga kering, jamur kacang kapri, bajakah, serbuk kayu, daging sapi, daging babi dan keju oalahan, laba-laba awetan serta sisa sampel yang berasal dari Laboratorium Karantina Pertanian Makassar.

Bertempat di Incenerator milik Karantina Pertanian Makassar, pemusnahan ini dilakukan Kepala Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir.

Pemusnahan disaksikan Kepala Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Kepala Kepolisan Sektor Biringkanaya, dan Kepala Kantor Pos Baddoka Makassar.

“Pemusnahan ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 21 tahun 2019 dimana telah diatur tindakan karantina mulai dari penahanan hingga pemusnahan," katanya.

"Tentunya yang kami musnahkan ini telah melalui prosedur sebagaimana yang telah di atur oleh undang – undang dimana kita menahan media pembawa yang tidak berdokumen," Lutfie dalam rilis yang diterima Tribun Timur Minggu (6/2/2022).

Media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang dimusnahkan ini masuk ke Makassar tanpa disertai dokumen dari negara asal.

Masuk melalui wilayah kerja kantor pos baddoka makassar, Pelabuhan Laut Soekarno Hatta Makassar dan Bandara Soekarno Hatta Makassar. 

Pemusnahan sendiri merupakan salah satu tindakan karantina yang bertujuan untuk mencegah masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK ke Wilayah Sulawesi Selatan sesua dengan yang di atur dalam undang-undang.(Tribun-Timur.com)

Sumber: Tribun Timur
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved