Covid19 Varian Omicron
Opini Prof Ridwan Amiruddin: Briefing Weekend Covid-19 Varian Omicron
Indonesia akhirnya memasuki fase gelombang ketiga yang Sebagian besar sebagai kasus bergejala ringan hingga sedang.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Setelah pelandaian kurva pandemic Covid-19 selama 5 bulan (Agustus 2021-Desember2022) dengan pertumbuhan kasus yang terkendali dengan baik (Rt kurang 1), positif rate kurang 5% sesuai standar WHO (World Health Organization) serta penggunaan tempat tidur di Rumah sakit (BOR; bed occupancy rate) kurang 5%.
Dan angka kesembuhan yang sangat baik (97%).
Kondisi tersebut mulai berubah seiring dengan munculnya varian baru Omicron, setelah pada gelombang ke dua yang di dominasi oleh Delta dengan angka kematian yang cukup besar (4.000 kematian).
Karakteristik Varian Omicron yang berasal dari Afrika Selatan ini memiliki daya tular yang lebih tinggi 6 kali lipat dari varian yang lain serta gejala yang lebih ringan dengan angka kematian yang lebih rendah dari varian delta.
Mencermati pertumbuhan kasus Omicron yang bersifat eksponensial maka Indonesia akhirnya memasuki fase gelombang ketiga yang Sebagian besar sebagai kasus bergejala ringan hingga sedang.
Dengan angka kejadian kasus yang tinggi pada populasi umum berpotensi besar akan meningkatkan paparan juga pada kelompok lansia dan komorbiditas (terdapat penyakit penyerta; hipertensi, DM, jantung), sehingga akan memperburuk penanganan pandemic selanjutnya.
Apa yang harus dilakukan?
Merespon peningkatan kasus yang meningkat tajam tersebut maka beberapa langka taktis yang harus terus dikawal dengan baik oleh pemerintah:
1. Pelacakan kontak erat untuk menghentikan penularan
2. Penanganan kasus yang adekuat
3. Peningkatan Testing untuk melacak kasus secara dini.
4. Percepatan cakupan vaksin hingga 80%. Untuk membentuk kekebalan kelompok/komunal.
Pentingnya vaksinasi pada pandemic Covid-19 ini diantaranya:
- Akan membentuk kekebalan kelompok secara cepat sehingga pandemic lebih cepat berlalu.
- Dengan vaksin yang lengkap, gejala penyakit lebih ringan, tidak menjadi sumber penularan lagi dan angka kematiannya yang sangat kecil.
- Pada kelompok populasi/masyarakat untuk Kembali melaksanakan protocol Kesehatan secara disiplin. Memakai masker N95 secara benar (bukan masker kain).
- Mengurangi keluar rumah bila tidak terlalu penting, menghindari kerumunan, dan senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan.(Tribun-Timur.com)
Makassar 5 Februari 2022
Prof Ridwan Amiruddin
Ahli Epidemologi FKM Unhas