Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

MASIKA ICMI

Asri Tadda Harap MASIKA ICMI Jadi Rumah Semua Warna dan Bendera Intelektual Muslim

Asri Tadda memberikan sejumlah catatan untuk MASIKA ICMI, khususnya di Sulawesi Selatan menjelang Musyawarah Wilayah, (12/2/2022) mendatang.

Tayang:
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Sukmawati Ibrahim
rilis
Asri Tadda 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Asri Tadda memberikan sejumlah catatan untuk MASIKA ICMI, khususnya di Sulawesi Selatan menjelang Musyawarah Wilayah, (12/2/2022) mendatang.

Pertama, Asri berharap, MASIKA ICMI sebagai sebuah organisasi, kultur kekeluargaan yang terbangun di internal MASIKA ICMI, konstitusi organisasi tetap harus menjadi pemandu segala aktifitas. 

Menurutnya AD/ART MASIKA ICMI harus benar-benar dijalankan dengan baik.

Asri menilai, eksis tidaknya Pengurus Wilayah MASIKA ICMI di tingkatan provinsi seharusnya  manifestasi eksitensi Pengurus Daerah (PD) di Kabupaten/Kota di wilayah  tersebut. 

Pengurus wilayah dinilai baru bisa bekerja optimal jika di bawahnya  bekerja dengan baik.

"Jadi salah satu yang harus segera dibenahi, khususnya untuk PW MASIKA ICMI Sulawesi Selatan ke depan adalah membentuk dan mengoptimalkan eksistensi Pengurus Daerah (PD) MASIKA ICMI di setiap Kabupaten/Kota yang ada di wilayah ini," katanya kepada wartawan Rabu (2/2/2022).

Kedua, kata Asri, MASIKA ICMI sebagai organisasi berbasis kecendekiaan atau kecendikiawan. 

Definisi kecendekiaan/kecendikiawan, bagaimanapun bentuknya, selalu bermuara pada kebermanfaatan. 

Sebagai organisasi kecendekiaan, MASIKA ICMI juga demikian. 

Ia menilai, kecendekiaan seharusnya tidak diukur dari asal kampus, warna organisasi ataupun asal daerah kelahiran seseorang. 

Asalkan bermanfaat bagi lingkungan dan sesamanya, maka dia adalah seorang cendikiawan.

"Karenanya, MASIKA ICMI sudah seharusnya menjadi “rumah” untuk semua ‘warna’ dan ‘bendera’ para intelektual muslim di manapun berada," tegas Asri.

Asri melanjutkan MASIKA ICMI harus bisa menetralisir setiap kepentingan politis yang ingin menungganginya. 

Kecendekiaan di MASIKA ICMI teramat suci untuk bisa dipolitisasi oleh kepentingan sesaat.

Menurutnya kekuatan MASIKA ICMI sesungguhnya bukan terletak pada jumlah anggotanya. Melainkan ada pada kualitas gagasan dan ide yang menjadi solusi permasalahan ummat. 

Ide dan gagasan-gagasan solutif menjadi api penerang bagi masa depan umat Islam seharusnya lahir dari MASIKA ICMI. 

Karenanya, MASIKA ICMI boleh saja tidak memiliki banyak anggota.

"Tetapi MASIKA ICMI harus selalu ada dan tidak boleh berhenti memproduksi ide, gagasan dan pemikiran-pemikiran baru untuk menyelesaikan masalah-masalah keummatan saat ini," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved