KLM Dermawan Jaya Tenggelam
Video: Keluarga Korban KLM Dermawan Jaya Desak Pemkab-Basarnas Sinjai dan Bone Bantu Pencarian
Keluarga korban kapal tenggelam Kapal Layar Motor (KLM) Dermawan Jaya mendesak Pemerintah Kabupaten Bone dan Sinjai ikut membantu pencarian keluarga.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-SINJAI.COM, SINJAI UTARA - Keluarga korban kapal tenggelam Kapal Layar Motor (KLM) Dermawan Jaya mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone dan Sinjai ikut membantu pencarian keluarga mereka yang belum ditemukan.
Ada tiga Anak Buah Kapal (ABK) dan seorang nahkoda dari KLM Dermawan Jaya yang hingga Jumat (28/2/2022) belum ditemukan.
Kapal tersebut tenggelam saat berlayar dari Kabupaten Sinjai ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
KLM Dermawan Jaya tenggelam di perairan Pulau Kayuadi, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Kapal pecah dan terbalik lalu tenggelam saat dihantam ombak setinggi empat meter di perairan tersebut.
Mereka yang belum ditemukan adalah Darmawan (31) sebagai nahkoda KLM Dermawan Jaya asal Desa Pude, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.
Baca juga: Nama 5 Penumpang KLM Dermawan Jaya Asal Kajuara Bone Tenggelam di Selayar, 1 Orang Ditemukan
Lalu Muna (18) juru mudi asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Serta Asri Jaya (18) juru mudi kapal asal Kajuara, Kabupaten Bone.
Juga Ahmad Febrianto alias Ahong (18) juru mudi asal Jl Barukang, Kabupaten Sinjai.
Sedang penumpang berhasil selamat bernama Ardian Arlan (37) asal Jl Teratai Kabupaten Sinjai.
"Kami sangat berharap pak dibantu, Pemkab Bone, Sinjai, Selayar dan Basarnas," kata Tri Lely Utami, keluarga korban.
Para keluarga korban awalnya sempat kesal pasca peristiwa tenggelamnya kapal tersebut.
Mereka menilai pihak pemerintah dan Basarnas tidak membantunya melakukan pencarian.
Mereka juga menyesalkan pihak Syahbandar Sinjai yang tetap memberikan izin kepada KLM Darmawan Jaya berlayar dalam kondisi cuaca ekstrem.
"Sangat kami sayangkan karena diberikan izin berlayar padahal cuaca masih ekstrem," katanya.