Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tagar #TangkapNichoSilalahi Trending, Siapa Nico Silalahi yang Mau Ditangkap? Sosok dan Sebab

Hashtag atau tagar #TangkapNichoSilalahi menjadi trending topic di Twitter Indonesia pada Jumat (28/1/2022) pagi ini.

Editor: Edi Sumardi
TWITTER.COM/@NICHO_SILALAHI
Foto profil di akun Twitter @Nicho_Silalahi. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Hashtag atau tagar #TangkapNichoSilalahi menjadi trending topic di Twitter Indonesia pada Jumat (28/1/2022) pagi ini.

Ada 10 ribuan kicauan menggunakan hashtag itu hingga pukul 10:30 Wita.

Ada apa dengan kemunculan hashtag #TangkapNichoSilalahi melalui Twitter?

Ternyata warganet menyerukan agar polisi menangkap Nicho Silalahi, sosok pemilik akun yang melontarkan ujaran kebencian melalui akunnya di Twitter

Pemilik akun @Nicho_Silalahi pada Kamis (27/1/2022) berkicau, “Saat Hutan ditebang, banjir merendam rumah warga ± sebulan, perempuannya dijual ke China untuk dijadikan budak seks, anak-anak pada mati tenggelam di bekas galian tambang kalian pada diam, Tapi saat ada yang mengatakan “Tempat Jin Buang Anak” kalian Demo. Sebenarnya kalian siapa?” 

Kicauan Nicho Silalahi

Kicauan itu dilontarkan sebagai bentuk sindiran kepada pihak yang beraksi atas pernyataan politisi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ), Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan Timur ( Kaltim ) sebagai “tempat jin buang anak”, namun diam terhadap persoalan lain.

Siapa Nicho Silalahi atau bernama lain Nicholas Frans Giskos?

Dia merupakan pemilik akun @Nicho_Silalahi dan di bio akunnya menulis jika dirinya merupakan fotografer dan pengelola channel YouTube Migran TV.

Sejumlah pemilik akun berkicau terkait dengan hashtag #TangkapNichoSilalahi

Pemilik akun @__CekekLengek menulis komentar, "Sangat Rasis.. Anak Muda yg suka Nyinyir… . . #TangkapNichoSilalahi."

Pemilik akun @soen_cak Yuk menulis komentar, "gasken gaes. #TangkapNichoSilalahi Bantu RT biar segera diundang ngopi @DivHumas_Polri makhluk ini."

Pemilik akun @KakekHalal menulis komentar, "Apakah cuitan begini masih didiamkan pak @CCICPolri @DivHumas_Polri @ListyoSigitP #tangkapnichosilalahi #tangkapnichosilalahi #tangkapnichosilalahi."

Polisi periksa Edy Mulyadi 

Sementara, terkait dengan kasus ujaran kebencian oleh Edy Mulyadi, Bareskrim Polri memanggil yang bersangkutan untuk diperiksa.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Biro Penmas), Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan pemeriksaan kepada Edy Mulyadi akan dilakukan 28 Januari 2022.

"Juga telah dibuat pemanggilan kepada saudara EM sebagai saksi serta beberapa orang lainnya untuk hadir pada hari Jumat 28 Januari 2022 mendatang," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Ramadhan juga mengatakan Bareskrim menarik semua laporan polisi yang ada di wilayah.

Menurutnya ada tiga laporan polisi dugaan ujaran kebencian terhadap Edy Mulyadi, masing-masing di Bareskrim Polri, Polda Sulawesi Utara, dan Polda Kalimantan Timur.

Kemudian, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan barang bukti yang disita ke laboratorium forensik.

"Penyidik Bareskrim juga telah mengirimkan 2 tim ke Polda Kaltim dan Polda Jateng untuk melakukan pemeriksaan saksi-saksi di wilayah tersebut, termasuk melakukam pemeriksaan kepada saksi-saksi di Jakarta," ujarnya.

Adapun kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Edy Mulyadi telah naik ke tahap penyidikan.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo sebelumnya mengatakan keputusan ini berdasar hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik.

"Berdasarkan hasil gelar perkara oleh penyidik, disimpulkan bahwa perkara ujaran kebencian oleh EM telah ditingkatkan statusnya dari tahap penyelidikan ke penyidikan," kata Dedi saat dikonfirmasi, Rabu (26/1/2022).

Menurut Dedi, sebelum gelar perkara, penyidik sudah memeriksa 20 orang, yakni 15 saksi dan lima lainnya saksi ahli.

Ia juga mengatakan, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri telah mengirimkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dikutip dari Tribunnews, pernyataan itu berkaitan dengan kritikan Edy Mulyadi yang menolak perpindahan IKN ke Kalimantan Timur dengan menyebutkan istilah "tempat jin buang anak".

Dalam video yang beredar Edy Mulyadi mengkritik bahwa lahan ibu kota negara (IKN) baru tak strategis dan tidak cocok untuk berinvestasi.

"Bisa memahami enggak, ini ada tempat elite punya sendiri yang harganya mahal punya gedung sendirian, lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak," ujar Edy Mulyadi dalam video di kanal YouTube Mimbar Tube, seperti dikutip Tribunnews.

Selain itu, Edy Mulyadi juga menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto seperti "macan yang jadi mengeong".(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved