Opini Tribun Timur
Fenomena 'Layangan Putus' dan Ketahanan Keluarga
Drama tersebut mengisahkan tentang rumah tangga yang diibaratkan seperti layangan, dengan pasangan suami istri yang memegang kendali atas layangan itu
Isna Muflichatul Fadhilah
Statistisi Muda BPS Kabupaten Jeneponto
Kisah “Layangan Putus” tengah menarik simpati dari publik.
Drama tersebut mengisahkan tentang rumah tangga yang diibaratkan seperti layangan, dengan pasangan suami istri yang memegang kendali atas layangan itu.
Namun layangan tersebut terhempas oleh angin kencang karena kehadiran orang ketiga yang mengancam rumah tangganya, menjadikan layangan putus tak tentu arah.
Tak bisa dimungkiri, realita di masyarakat memang banyak terjadi seperti kisah dalam Layangan Putus tersebut.
Perselingkuhan dan poligami menyebabkan perempuan mendapatkan kekerasan psikis atau menjadi tertekan.
Pun tak sedikit rumah tangga yang bermasalah kemudian berujung pada perceraian.
Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret, persentase penduduk di Sulawesi Selatan berusia 10 tahun ke atas yang berstatus cerai hidup meningkat dari 2,34 persen di tahun 2020 menjadi 2,54 persen pada 2021.
Sementara itu, data yang bersumber dari Publikasi Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Angka 2021 yang diterbitkan oleh BPS menunjukkan bahwa jumlah perceraian di Sulawesi Selatan pada tahun 2020 mencapai 12.697 kasus.
Dimana terdapat 57 kasus faktor perceraian disebabkan poligami dan zina, 515 kasus karena faktor ekonomi, serta 8.863 kasus akibat perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus.
Anak menjadi pihak yang paling dirugikan akibat perceraian kedua orang tua.
Anak akan kehilangan fungsi keluarga yang merupakan wadah untuk mendidik, mengasuh, dan mengembangkan kemampuan seluruh anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya di masyarakat dengan baik.
Pembangunan keluarga kemudian menjadi salah satu isu pembangunan nasional.
Kekuatan pembangunan nasional berakar pada elemen keluarga sebagai komunitas mikro dalam masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dialog-layangan-putus-viral.jpg)