Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Varian Omicron

Masih Ingat Warga Takalar Positif Covid-19 Varian Omicron? Kabar Terbarunya!

Baru-baru ini warga Sulawesi Selatan dihebohkan atas adanya warga Kabupaten Takalar terkena Covid-19 varian Omicron. Kini sedang dirawat di RS.

sayyid/tribun
RSUD Padjonga Dg Ngalle Jl Ince Husain Dg Parani, Takalar, Minggu (23/1/2022). Saat ini satu pasien covid varian Omicron dirawat. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Baru-baru ini warga Sulawesi Selatan dihebohkan atas adanya warga Kabupaten Takalar terkena Covid-19 varian Omicron.

Dikutip dari Kompas.com, varian Omicron ini sama bahayanya dengan dengan Delta, Alpha bahkan virus asli pertama kali yang muncul di Wuhan, China akhir 2019 lalu.

Varian Omicron akan lebih beresiko  pada orang yang punya komorbid atau lansia atau belum divaksin lebih mungkin mengalami fatalitas atau meninggal. 

Informasi adanya warga Takalar terkena Covid-19 cukup mengejutkan publik. 

Bahkan, menurut beberapa info ini merupakan kasus pertama di Sulsel. 

Sementara di Ibu Kota Jakarta, tercatat sudah ada beberapa kasus. 

Lantas bagaimana kondisi terkini warga Takalar yang terkena Covid Varian Omicron tersebut? 

Berdasarkan penelurusan jurnalis tribun-timur.com di Takalar, NR (27)  positif virus corona varian omicron kini berangsur membaik.

Kondisi tersebut setelah tiga hari mendapatkan perawatan medis di RSUD Padjonga Dg Ngalle Takalar.

Tepatnya, NR dirawat di ruang Azalea.

Demikian disampaikan Kasi Monitoring Evaluasi (Monev) Keperawatan RSUD Padjonga Dg Ngalle, Abd Salam.

"Kondisinya berangsur membaik," katanya saat ditemui, Minggu (23/1/2022).

Senada dikatakan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Takalar, dr Rahmawati.

Ia menyatakan, kondisi NR berangsur membaik.

"Alhamdulillah, infus telah dicabut. Kondisinya makin membaik," katanya.

Hanya saja menurut dia, penyebab parah kondisi ialah pasien memiliki komorbid penyakit yang menyerang sistem imunnya.

"Pasien memiliki komorbid penyakit yang menyerang sistem imunnya. Semoga kondisinya terus stabil," bebernya.

Masyarakat Tak Perlu Panik 

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Takalar, dr Rahmawati mengimbau masyarakat agar tidak panik.

Ia juga mengingatkan masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Kami berharap masyarakat tidak panik dan terus menegakkan protokol kesehatan," pungkasnya.

Tanggapan Ayah Pasien
 
 Menurut ayah pasien, anaknya tersebut  sudah dirawat kurang lebih dua puluh hari.

Namun, pasien sempat pulang.

Berselang beberapa hari ia dijemput oleh petugas di rumahnya.

Rumah NR di Galesong Selatan Takalar, Sulsel. 

Baso membeberkan, anaknya hanya sakit batuk dan sesak napas.

"Yang saya tahu penyakitnya batuk dan sesak nafas," ujarnya.

Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyakit diderita anaknya.

Sebelumnya kata ayah pasien, NR bekerja di Dobo sekira 8-9 bulan di Maluku

Sepulangnya, NR sakit-sakitan. Ia awalnya berobat di Puskesmas.

Kemudian beberapa waktu kemudian ia dirawat di RSUD Padjonga Dg Ngalle.

Hanya saja, pasien sempat pulang. Kemudian NR dijemput oleh petugas medis karena hasil swabnya positif.

"Diswab juga iye keluarnga tiga orang. Hasilnya negatif," ucap dia.

Ditanyai tanggapannya soal anaknya yang positif omicron. 

"Tidak tahu mi itu. Waktu tahu tidak kaget ji," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved