Jajanan Kuliner Maros

VIDEO: Nikmati Jajanan Kekinian Mulai Harga Rp 2 Ribu di KMB Maros

Kini disulap menjadi tempat tongkrongan asik, berubah ramai dengan lampu-lampu yang siap menerangi hingga tengah malam.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Lokasi wisata kuliner baru kembali menyapa warga Maros.

Lokasi ini diberi nama Kuliner Malam Batangase (KMB), berlokasi tepat berada di area parkiran pasar Batangase, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Lokasi ini biasanya gelap, sepi dan jarang dijamah warga pada malam hari.

Kini disulap menjadi tempat tongkrongan asik, berubah ramai dengan lampu-lampu yang siap menerangi hingga tengah malam.

Pusat wisata kuliner yang mulai beroperasi Kamis, (13/01/2022) itu, akan membuat pengunjung menemukan puluhan pedagang makanan dan minuman tradisional hingga yang kekinian.

Bahkan pengunjung dapat menikmati makanan maupun minuman ringan dengan harga sangat terjangkau mulai dari Rp2.000 hingga Rp10.000.

Wisata kuliner tersebut menyediakan banyak menu, minumnya saja ada puluhan jenis.

Pilihan makanan juga beragam.

Dari aneka olahan ayam, hingga Corn Dog.

Bupati Maros, Chaidir Syam yang membuka dan meresmikan secara langsung Wisata Kuliner Malam Batangase mengatakan ini adalah hasil yang diinisiasi langsung oleh para pelaku UMKM.

“Sebenarnya wisata kuliner ini sudah ada sejak lama, namun baru diaktifkan kembali karena masa pandemi,” ungkapnya.

Ia juga menekankan KMB ini hanya akan beroperasi pada malam hari saja.

“Konsep box kuliner ini kan hanya berlaku ketika malam hari saja, kemudian ketika pagi hari kembali menjadi tempat parkiran pasar,” jelasnya.

Ia juga mengatakan wisata kuliner ini bisa menjadi salah satu pilihan nongkrong untuk masyarakat Maros.

“Jadi tidak perlu lagi jauh jauh ke Makassar untuk nongkrong, apalagi harga yang di tawarkan ditempat ini sangat terjangkau,” ujarnya.

Chaidir mengatakan saat ini sudah ada sekitar 30 tenant UMKM dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi.

“Karna disini bisa menampung sampai 100 tenant,” imbuhnya.

Makanya Chaidir berharap dengan hadirnya wisata kuliner ini bisa kembali membangkitkan pertumbuhan ekonomi masyarakat .

“Kita tidak kenakan tarif, karna kita ingin tumbuhkan dulu pertumbuhan ekonomi masyarakat dimasa pandemi ini,” tutupnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved