Pengurus PBNU
Beredar Kalimat Pengunduran Diri Habib Luthfi Bin Yahya dari Mustasyar PBNU 2022-2027
Padahal PBNU 2022-2027 baru dijadwalkan dilantik di Kalimatan Timur. Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari 2022.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Beredat pesan singat du WhatsApp berisi kalimat pengunduran diri Habib Luthfi Bin Yahya sebagai Mustasyar PBNU 2022-2027.
Kalimat pengunduran diri Habib Luhtfi Bin Yahya itu disebar pengurus Jam'iyyah Al-Thariqatul Mu'tabarah An-Nahdiyyah (JATMAN) Sulsel, Ibrahim Tiro, Sabtu, 15 Januari 2022 pagi.
Assalamu ‘alaikum Wr Wb.
Dengan hormat tolong sampaikan kepada rois syuriyah bahwa saya habib Muhammad lutfi bin Ali bin Yahya mengundurkan diri dari jabatan musytasyar NU 2022-2027. Seandainya sebelumnya ada pemberitahuan pun saya tetap mengundurkan diri.
Terima kasih dan mohon maaf.
Wassalamu ‘alaiku Wr Wb.
Pekalongan,Sabtu 15 Januari 2022.
Hormat kami
Habib Muhammad lutfi bin Ali bin Yahya.
Demikian kalimat pengunduran diri Habib Luthfi Bin Yahya.
"Saya juga sudah mendengar kabar pengunduran diri beliau, Habib Luthfi Bin Yahya," kata aktivis NU Sulsel, KH Makmur Idrus.
Mantan Sekretais GP Ansor Sulsel itu sangat menyayangkan jika benar Habib Luthfi Bin Yahya mengundurkan diri dari Mustasyar PBNU.
"Beliau sangat dibutuhan di PBNU," tegas KH Makmur Idrus.
Padahal PBNU 2022-2027 baru dijadwalkan dilantik di Kalimatan Timur.
Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari 2022.
Menurut Ketua Pelaksana Pelantikan PBNU H Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), pelantikan itu akan bertepatan dengan Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-96 NU versi masehi dan akan dirangkai hingga 17 Februari 2022. Atau Harlah ke-99 NU versi hijriah.
Peringatan harlah akan dibuat rangkaian acara di empat provinsi berbeda di Indonesia. Pertama, di Balikpapan atau Samarinda di Kalimantan Timur.
Kedua, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Ketiga, Palembang di Sumatera Selatan. Keempat, Surabaya atau Bangkalan di Jawa Timur.
Gus Ipul mengatakan tema yang diangkat, yakni Merawat Jagad Membangun Peradaban. Ia menyebutkan akan ada tiga yang dirawat yaitu laut, bumi, dan udara.
Di Kalimantan Timur, akan ada pencanangan kantor PBNU di ibu kota negara (IKN) baru. Kemudian terdapat persiapan pembangunan pesantren, universitas, dan rumah sakit milik PBNU di IKN itu.
D NTT akan ada kegiatan yang berkaitan dengan kemaritiman dan kelautan. Lalu di Sumatera Selatan, terdapat agenda tentang perubahan iklim yang terkait dengan menjaga bumi.
Setiap tempat yang dijadikan sebagai pusat kegiatan itu, lanjut Gus Ipul, akan ada sesuatu yang ditinggalkan. Artinya, peringatan Harlah NU itu tidak hanya sebatas upacara seremonial.

Ulama Kharismatik NU
Habib Luthfi Bin Yahya juga dikenal sebagai dzurriyat Nabi yang konsisten dengan jalan dakwah yang tenang dan mengayomi.
Ketokohannya tak hanya diakui di Tanah Air tapi juga sudah mendunia.
Habib Lutfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya bukan saja dikenal di Indonesia.
Namanya masyhur di berbagai belahan dunia Islam.
Keistimewaan Habib Lutfi juga sudah sangat masyhur di Indonesia, apalagi beliau adalah Rais Aam Jamiyyah Ahlit Thariqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN). Keistimewaan Habib Lutfi juga masyhur karena beliau memimpin para sufi tingkat dunia.
Melansir matan.or.id, salah satu ulama’ yang dekat dengan Habib Lutfi adalah Syekh Rajab Dieb Suriah.
Syekh Rajab dikenal sebagai ulama’ besar umat Islam hari ini. Karya-karya dan pemikirannya membentang luas dan dikaji di berbagai negara.
Murid-muridnya juga menjadi ulama’ besar di berbagai belahan dunia Islam.
Suatu hari, Syekh Rajab bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Dalam mimpinya, Rasulullah sedang duduk dikelilingi para sahabat. Di samping Nabi, nampak ada kursi kosong yang tak diduduki. Tapi tidak lama kemudian, ada seorang laki-laki datang mendudukinya.
“Siapa kamu?,” tanya Syekh Rajab yang asing dengan laki-laki itu.
“Saya Lutfi,” jawab laki-laki itu.
“Dari mana, kamu?”
“Saya dari Indonesia.”
Kaget dan bergetar Syekh Rajab dengan jawaban itu. Ternyata ada orang Indonesia yang kedudukannya sangat mulia di sisi Rasulullah SAW. Makanya, tak menunggu lama, Syekh Rajab besoknya langsung membeli tiket dan langsung berangkat ke Indonesia untuk menemui Habib Lutfi bin Yahya.
Ketika sampai di Indonesia, ternyata Habib Lutfi sudah menunggu dan langsung menyambutnya dengan penuh keakraban dan kehangatan. Itulah para kekasih Allah.
Mereka diberikan keistimewaan Allah dengan berbagai hal karena keta’atan dan keikhlasan mereka dalam mengabdi kepada Allah dan khidmah kepada sesama manusia.(*)