Pengurus PBNU
Aktivis NU Sulsel Menangis Baca Berita Habib Luthfi Bin Yahya Mengundurkan Diri dari Mustasyar PBNU
Bahkan beberapa sahabat mantan Ketua GP Ansor Makassar itu sudah menelepon menyampaikan pengunduran diri Habib Luthfi Bin Yahya dari Mustasyar PBNU.
Ketua Umum (Ketum) PBNU KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya akhirnya mengumumkan daftar lengkap pengurus PBNU periode 2022-2027 di Kantor PBNU di Kramat Raya, Jakarta.Gus Yahya menunjuk Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen).
“Sekjen Drs Saifullah Yusuf,” kata Gus Yahya saat mengumumkan daftar pengurus PBNU, Rabu (12/2).
Saat pemilihan Ketum PBNU akhir tahun lalu Gus Ipul diketahui aktif menjadi tim kampanye bagi Gus Yahya. Ia bahkan ikut membantu pemenangan Gus Yahya sejak tahun 2020. Wali Kota Pasuruan itu juga mendampingi Gus Yahya safari politik ke banyak pengurus PCNU dan PWNU se-Indonesia.
Saat menang dalam Muktamar sebagai Ketum PBNU, Gus Yahya sempat menyebut Gus Ipul dan salah satu timsesnya, Nusron Wahid sebagai pendekar muktamar.
“Bahkan, ada pendekar-pendekar yang selama ini merajai dunia persilatan dari Muktamar ke Muktamar, seperti Gus Saifullah Yusuf dan Gus Nusron Wahid. Mereka yang walaupun misal dalam keadaan sakit seperti apa pun, kalau tiba waktunya Muktamar, langsung sembuh,” ucap Gus Yahya, di lokasi Muktamar PBNU, Lampung, 24 Desember 2021 lalu.
Kemudian di posisi Bendahara Umum Gus Yahya menunjuk Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H Maming.
Kader PDI Perjuangan itu sebelumnya pernah menjadi Bupati Tanah Bumbu selama dua periode sejak tahun 2010-2018. “Bendahara Umum Mardani H Maming,” ujar Gus Yahya.
Nama lain yang masuk dalam jajaran pengurus adalah Nusron Wahid. Mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor yang juga politikus Partai Golkar itu dipilih menjadi Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022-2027.
Adapun mantan Ketum PBNU, KH Said Aqil Siroj masuk dalam jajaran Mustasyar. Dan adik Said Aqil, Muhammad Musthofa Aqil Siroj, ditempatkan sebagai Rais PBNU.
Sedangkan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menanggapi struktur kepengurusan PBNU di bawah kepemimpinan Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang terdapat beberapa tokoh merangkap jabatan politis.
Diantaranya Gus Ipul yang merupakan Wali Kota Pasuruan hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indra Parawansa.
Kiai Akhyar menjelaskan, sebenarnya tak ada larangan pengurus PBNU tak boleh rangkap jabatan, kecuali Rais Aam dan Ketum. Menurutnya, pengurus yang merangkap jabatan akan bisa mendapatkan manfaat bagi PBNU.
“Yang dilarang rangkap jabatan sepegetahuan saya itu Rais Aam sama ketum di parpol atau di jabatan politik. Kalau selain Ketua dan Rais Aam itu masih diperbolehkan karena ada manfaat. Jadi kalau mereka-mereka merangkap itu masih ada manfaat yang kembali,” kata Akhyar.
Hal itu berbeda dengan jabatan ketua dan Rais Aam, yang ditegaskan Akhyar tak boleh rangkap jabatan agar fokus dengan PBNU.
“Beda kalau Rais Aam dan Ketua Umum bagaimana bisa bekerja. Jadi AD/ART yang hasil dari Muktamar Jombang dan Muktamar ini tidak ada masalah,” jelas dia.
Lebih lanjut, Kiai Akhyar berharap PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya dapat semakin mendunia dan dapat menyentuh seluruh perwakilan daerah.