Breaking News:

Pemkab Takalar

Syamsari Kitta Harap Pemerintah Desa Takalar Semakin Inovatif

Selain itu, Syamsari juga menargetkan agar capaian vaksin dapat segera tercapai. Dia menargetkan vaksinasi rampung 100 persen pada Februari

Humas Pemkab Takalar
Bupati Takalar Syamsari Kitta memimpin rapat koordinasi di Baruga I Manindori, Kantor Bupati Jl Jendral Sudirman Kecamatan Patalassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (12/1/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Bupati Takalar Syamsari Kitta memimpin rapat koordinasi dengan pemerintah desa.

Lokasinya, di Baruga I Manindori, Kantor Bupati Jl Jendral Sudirman Kecamatan Patalassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (12/1/2022).

Syamsari menekankan agar Kepala desa dan perangkatnya harus menguasai potensi di desanya. 

Sehingga kata dia, desa semakin inovatif dengan penataan desa dari dua menjadi tiga desa dapat menjadikan sebagai alasan masuknya mendapatkan dana desa.

Hal tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan dan kepentingan masyarakat

Selain itu, Syamsari juga menargetkan agar capaian vaksin dapat segera tercapai.

Dia menargetkan vaksinasi rampung 100 persen pada bulan Februari mendatang.

"Kepada Pemerintah Desa untuk gencarkan percepatan vaksinasi di desa dengan target capaian 100 persen bulan februari mendatang sebagai kado ulang tahun Takalar 10 februari mendatang," katanya.

"Kami di sekretariat daerah juga berkontribusi  memberikan hadiah berupa peta baru Takalar. Dimana kami berusaha untuk pembentukan dua kecamatan baru yaitu kecamatan polongbangkeng timur dan laikang yang sudah diajukan ke DPRD. Selain itu, 11 desa yang sudah kita ajukan pemekarannya ke pemprov dan pusat bisa mendapatkan kode registrasi menyusul desa yang lain," lanju dia.

Syamsari berpesan agar  menjadikan desa ini sebagai sekolah sekaligus sebagai alat untuk meningkatkan kualitas diri yang berguna bagi masyarakat.

Sementara itu, Sekda Takalar Muhammad Hasbi mengungkapkan beberapa hal diantaranya Program prioritas dalam penggunaan dana desa untuk tahun 2022.

Dimana 40 persen diperuntukkan untuk perlindungan sosial berupa BLT, 20 persen untuk program ketahanan pagan dan hewan 8 persen pendanaan Covid.

Dan 32 persen untuk sektor prioritas lainnya yang dirancang dan disepakati oleh desa. 

"Pemerintah desa lebih kreatif dalam memajukan desanya dengan menghidupkan Bumdes dan merancang usaha yang dapat menghasilkan pendapatan sehingga desa memiliki penghasilan sendiri tanpa menunggu dana dari pemerintah daerah," katanya.(TribunTakalar.com)

Laporan Wartawan Kontributor TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved