Headline Tribun Timur
Waspada, Varian Baru Covid-19 Diduga Sudah Menyebar di Sulsel
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel memprediksi varian baru Corvid-19, Omicron, sudah ada di daerah ini.
TRIBUN-TIMUR.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel memprediksi varian baru Covid-19, Omicron, sudah ada di daerah ini.
Hanya saja, keberadaannya tak terdeteksi.
Alih-alih mencari dan menemukan pasien positif Omicron di Sulsel, melacaknya saja belum bisa dilakukan. Hingga kemarin, Sulsel belum memiliki alat pendeteksi Omicron.
Padahal kasus positif di Sulsel per 10 Januari 2021 sudah mencapai 53. Pasien positif ini tersebar di 12 kabupaten/kota. Terbanyak di Palopo dengan 17 kasus.
Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Hampir Tembus 2 Ribu, Penularan Omicron Meluas di Jakarta, Bagaimana Sulsel?
Baca juga: Awal Tahun 2022, Pasien Covid-19 di Tana Toraja Tambah 11 Orang
Di Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinves) Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan terjadi peningkatan kasus Covid-19, termasuk yang diakibatkan varian Omicron.
Sebagian besar peningkatan akibat pelaku perjalanan luar negeri.
Hingga kemarin, kasus Omicron di Indonesia sudah mencapai 414.
Dinkes Sulsel sejauh ini hanya bisa menduga dan memprediksi keberadaan Omicron.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Arman Bausat mengatakan, kemungkinan varian baru omicron telah masuk di Sulsel.
Hanya saja, pihaknya belum bisa mendeteksi varian tersebut mengingat fasilitas laboratorium di Sulsel masih minim.
“Kita belum punya alat mendeteksi, itu tidak mudah memperadakan karena itu untuk penelitian, kalau kita investasi di situ terlalu banyak cost yang keluar,” ujar Arman, Senin (10/1/2021).
Menurutnya, Pemprov Sulsel masih belum bisa memeriksa sampel secara mandiri karena pemeriksaan atau deteksi varian omicron hanya bisa dilakukan di Jakarta.
Dinkes Sulsel keluarkan imbauan waspada dan siaga tiga.
“Kita sudah mulai waspada masuk siaga tiga, sedang persiapan,” tegas Arman.
Direktur RSKD Dadi Makassar itu menambahkan, sebelumnya Pemprov Sulsel telah mengirim sampel ke Litbangkes Kemenkes, hasilnya nihil varian omicron.
Karena itu, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi dan situasi covid di Sulsel.
Jika terjadi peningkatan kasus, maka Dinkes Sulsel akan langsung mengirim sampel ke Litbangkes Kemenkes RI.
Kendati begitu, kasus harian masih tetap terkendali, yakni 4 hingga lima kasus positif corona.
“Kasus tetap landai, kasus mainnya 4 atau lima per hari, mudah-mudahan tidak berkembang ke arah jelek. Kita lihat hari Sabtu kalau naik, berarti jangan-jangan sudah ada omicron, kan kita lihat penularannya,” jelas Arman.
Pemprov Sulsel akan terus melakukan pencegahan dengan menggenjot vaksinasi.
Selain itu, masyarakat harus tetap diedukasi untuk memperketat protokol kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Nursaidah Sirajuddin mengatakan, kasus harian di Makassar masih terkendali.
Memang dikhawatirkan kasus mengalami peningkatan pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Namun sejauh ini, kasus di Makassar masih terkontrol.
“Tetap seperti biasa dibawah lima, kasus harian dibawah lima,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi penyebaran omicron, pihaknya gencar melakukan vaksinasi.
Agar kekebalan kelompok bisa terbentuk di masyarakat.
Adapun progres vaksinasi di Makassar capai 85,61 persen, sementara lansia masih bergerak di 46 persen.
“Lansia yang perlu digenjot, ternyata memang masih banyak lansia yang belum vaksin,” kata Nursaidah,
Lonjakan Kasus
Menurut Luhut, Omicron telah menyebar di 150 negara di dunia. Sebagian besar diantaranya menginfeksi negara maju hingga mencapai puncak yang lebih tinggi dari gelombang sebelumnya, yaitu varian Delta.
“Presiden secara spesifik menekankan ini untuk kita dianjurkan menahan diri dulu beberapa minggu ke depan untuk tidak keluar negeri,” kata Luhut saat konferensi pers usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Senin (10/1/2022).
Selengkapnya, silakan baca melalui Harian Tribun Timur edisi, Selasa (28/12/2021)