Tribun Bisnis
Kabar Gembira Pemilik Mobil Listrik Makassar, PLN Tambah Lokasi Charger, Bayar Rp 1.400 Per 12 KM
PLN resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di depan kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Makassar Selatan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kabar gembira bagi pemilik mobil maupun motor listrik di Makassar.
PT PLN (Persero) terus berupaya merwujudkan era Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia.
Hal ini diwujudkan dengan peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di depan kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Makassar Selatan, Jl Letjen Hertasning No 99, Tamalate, Rappocini, Bonto Makkio, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Selasa (4/1/2022) sore.
SPKLU tersebut yang kedua di Makassar, setelah sebelumnya hadir di Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Mattoanging.
Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Adi Priyanto mengatakan percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai akan mendukung pengurangan impor BBM dan meningkatkan ketahanan energi nasional.
"Proyeksi Kementerian ESDM dalam Grand Strategi Energi Nasional, pada tahun 2030 jumlah mobil listrik ditargetkan sekitar 2 juta unit, dan motor listrik sekitar 13 juta unit secara nasional," katanya.
Selain itu, di tahun 2022 PLN target penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sekitar 30 ribu unit dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik (SPBKLU) sekitar 67 ribu unit.
"Saat ini 9 unit SPKLU telah beroperasi dan tersebar di wilayah kerja PLN Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, ujar Adi Priyanto.
Lebih Hemat
Lebih jauh dikatakan, penggunaan mobil atau mobil listrik lebih hemat dibanding kendaraan yang masih menggunakan BBM.
"Setiap satu liter BBM setara dengan 1,3 kilo Watt hour (kWh) listrik. Harga bensin per satu liter sekitar Rp 7000-Rp 8.000 sementara per satu kWh hanya Rp 1.400-an. Ini berarti menggunakan listrik lima kali lipat lebih murah dibandingkan pemakaian satu liter bensin," bebernya.
Ia menyampaikan, pemakaian satu liter BBM hanya bisa menempuh sekitar 1-12 km. Dimana, ongkos satu liter bensin sekitar Rp 8.000.
"Jika sudah sudah terbangun ekosistem listrik maka secara otomatis kita tak perlu lagi impor BBM. Karena selama ini separuhnya impor dan separuhnya lagi diproduksi sendiri. Demi ketahanan energi kita," pungkasnya.
Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo mengapresiasi langkah PLN dalam menyediakan SPKLU.
"Sebagai pemerintah kami berkewajiban untuk turut mensukseskan mewujudkan iklim KBLBB. Kami akan mendorong Pemerintah Kota Makassar agar dapat mencoba dan memakai kendaraan listrik," katanya.