Breaking News:

Tribun Wajo

694 Kasus Pernikahan Dini di Kabupaten Wajo Selama 2021

Angka pernikahan anak di bawah umur terbilang cukup tinggi di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Sudirman
Humas Pemkab Wajo
Pemerintah kabupaten Wajo menggelar rapat koordinasi pencegahan pernikahan dini di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Selasa (4/1/2022) 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Angka pernikahan anak di bawah umur terbilang cukup tinggi di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Data United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) pada 2021 lalu, Kabupaten Wajo menempati urutan pertama kasus pernikahan dini di Sulawesi Selatan.

Data Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, jumlah kasus pernikahan anak usia dini sebanyak 562 kasus pada 2020 dan 694 kasus pada 2021.

Baca juga: KPU Wajo Temukan 10 Pemilih Tidak Memenuhi Syarat dan 74 Pemilih Baru Selama Desember 2021

Baca juga: 47 Personel Polres Wajo Naik Pangkat dan 178 Polisi Raih Penghargaan Realisasi Vaksinasi Lebih 70%

Pemerintah kabupaten Wajo menggelar rapat koordinasi pencegahan pernikahan dini di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Selasa (4/1/2022).

"Mengingat dampak buruk dari pernikahan dini ini, maka kita semua harus bersama-sama berkomitmen melahirkan solusi mencegah terjadinya kasus pernikahan dini," kata Bupati Wajo, Amran Mahmud.

Amran Mahmud mendorong Dinas Sosial, P2KB dan P3A Kabupaten Wajo untuk menggali regulasi terkait pencegahan pernikahan dini.

"Secepatnya menggali regulasi dan secara bersama-sama menyusun langkah strategis yang bisa menjadi solusi pencegahan pernikahan anak usia dini di daerah kita. Termasuk pemberian dispensasi nikah harus diperketat sesuai dengan aturan yang ada," katanya.

Ketua DPD PAN Wajo juga meminta kepada seluruh pihak yang hadir untuk membantu menyosialisasikan terkait bahaya dan upaya pencegahan pernikahan anak usia dini kepada masyarakat.

"Begitu pula kepada para mubaliq agar turut ambil bagian dalam upaya pencegahan pernikahan dini ini melalui dakwah," katanya.

Olehnya, seluruh elemen masyarakat diharapkan terlibat aktif dalam mencegah pernikahan dini di Bumi Lamaddukelleng.

Sebab, pernikahan dini banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.

Terkait data yang dirilis UNICEF, Wakil Bupati Wajo, Amran, membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, pihaknya menerima tim dari UNICEF dalam rangka pemaparan data terkait terkait kasus pernikahan dini di Kabupaten Wajo.

"Kami sangat prihatin atas tingginya kasus pernikahan dini di daerah ini, untuk itu selaku Wakil Bupati tentunya mendukung upaya Bupati Wajo untuk mendorong percepatan solusi penanganan pencegahan pernikahan dini," katanya.

Laporan jurnalis Tribun Timur, Hardiansyah Abdi Gunawan

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved