Breaking News:

Pemkab Maros

Gegara Realisasi Vaksinasi di Bawah 70%, Pemkab Maros Wajibkan Bawa 5 Orang Per ASN untuk Divaksin

Perkab Maros akan membuat gerakan yang berisi kewajiban bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN agar membawa masyarakat untuk vaksinasi.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Muhammad Fadhly Ali
Tribun Timur/Nurul Hidayah
Rapat Percepatan Vaksinasi bersama Para Camat dan Kepala desa di Kabupaten Maros melalui zoom meeting, Selasa (4/1/2021). 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Capaian Vaksin di Kabupaten Maros tak berhasil menyentuh angka 70 persen hingga pergantian tahun 2021 kemarin.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten terus berinovasi agar capaian vaksin bisa meningkat pesat.

Terbaru, Pemerintah Kabupaten Maros akan membuat gerakan yang berisi kewajiban bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN agar membawa masyarakat untuk melakukan vaksinasi.

Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan, setiap ASN wajib membawa 5 orang ke lokasi vaksin.

“Imam dusun dan desa wajib membawa 20 orang ke lokasi vaksin, insyaaalah mulai senin, saat ini kita sedang mengatur regulasi dan teknisnya,” katanya saat usai melakukan Rapat Percepatan Vaksinasi bersama Para Camat dan Kepala desa di Kabupaten Maros melalui zoom meeting, Selasa, 4 Januari 2021.

Chaidir menuturkan, saat ini capaian vaksin di Maros masih diangka 66,20 persen.

“66,20 persen itu berdasarkan data Pcare, namun jika berdasarkan data yang ber Ktp Maros sudah mencapai 70,26 persen atau sekitar 210.379 orang,” ungkapnya.

Ia pun mengargetkan, Awal tahun 2022 ini target capaian vaksin di Kabupaten Maros harus sudah mencapai 100 persen.

“Target Februari 100 persen untuk dosis pertama, kemudian Maret 100 persen untuk dosis kedua, kita akan genjot terus, sebab sasaran kita masih ada sekitar 89.017 orang” ucapnya.

Ia juga akan memfokuskan vaksinasi untuk lansia lantaran realisasi untuk kelompok tersebut masih rendah.

“Vaksinasi lansia masih sekitar 40 persen, dan akan terus kita genjot ,” imbuh pria 44 tahun itu.

Chaidir mengungkapkan kendala yang dihadapi pihaknya dalam melakukan vaksinasi untuk kaum lansia adalah para lansia tidak sanggup untuk mengantri di gerai vaksin.

“Ada lansia secara fisik tidak sanggup antri, ada juga lansia yang sudah tujuh kali ke lokasi vaksin tapi tekanan darahnya tinggi, namun jika mereka tidak sanggup ke lokasi vaksin maka kami akan melakukan vaksinasi door to door,” ucapnya.

Saat ini kecamatan dengan capaian vaksin terendah adalah kecamatan Turikale dan Mandai.

“Karna memang jumlah sasaran di wilayah mereka tinggi, dan salah satu langkah yang kami lakukan adalah mengencangkan vaksinasi di lokasi yang padat penduduk,” tutup Chaidir.(TribunMaros.com)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved