Breaking News:

Tribun Makassar

Andi Sudirman Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin, Berikut Aturan Nataru 2021 di Sulsel

warga masyarakat Sulsel dapat tetap terjaga dari kondisi penyebaran penularan Covid-19.

Editor: Saldy Irawan
humas
pam nataru 

MAKASSAR, PEMPROV SULSEL — Meski pandemi belum berakhir, kegiatan keseharian di Sulawasi Selatan (Sulsel) dapat dilaksanakan meski harus dengan protokol kesehatan secara ketat.

Diharapkan tetap dalam kondisi yang aman, nyaman dan kondusif, serta seluruh warga masyarakat Sulsel dapat tetap terjaga dari kondisi penyebaran penularan Covid-19.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan, meski tidak diberlakukan PPKM pada masa libur Nataru ini, masyarakat tetap wajib melaksanakan Aturan Nataru 2021 sesuai dengan kebijakan pada level tingkat penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan dalam Instruksi Mendagri, Kapolri, Panglima TNI dan juga edaran Gubernur serta Bupati/Wali Kota Se-Sulsel.

Hal ini untuk penanggulangan Covid-19, apalagi varian baru Omicron telah masuk di Indonesia.

"Tentu kita sadari bersama varian baru Omicron telah diidentifikasi masuk di Indonesia, dan kita berharap mudah-mudahan Sulawesi Selatan tetap dilindungi dan tetap dalam suasana tenang dan paling penting bagaimana warga masyarakat tetap patuh," kata Andi Sudirman saat menjadi Inspektur Upacara pada Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2021, Pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu, 23 Desember 2021. 

Ia menegaskan, Sulsel dengan beberapa daerah yang masuk dalam level kategori 2, tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Demikian juga aturan terbaru dalam rangka menghadapi Natal dan pergantian Tahun 2021/2022.

Beikutt aturan terbaru dalam rangka menghadapi Natal dan pergantian Tahun 2021/2022, di antaranya:
1) Perayaan Tahun Baru dilarang di beberapa tempat, termasuk seperti di hotel, pusat perbelanjaan/mall, tempat wisata, tempat keramaian umum lainnya, termasuk pengadaan panggung hiburan, petasan, arak-arakan dan pawai dan lain-lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan di masa pergantian tahun. 

2) Kapasitas maksimal pengunjung tempat keramaian termasuk pusat perbelanjaan seperti mall dan lainnya tetap harus menjaga kondisi pada situasi 75 persen pengunjung, dengan memberlakukan sistem buka tutup, dan tentu kita harapkan kepada TNI/Polri dan seluruh jajaran, Polisi Pamong Praja dan Dishub untuk melakukan pengaturan buka tutup sebagaimana diberlakukan untuk menjaga kondisi pengunjung dalam situasi yang diperkenankan dalam level 75 persen. 

3) Pengunjung wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi di semua tempat termasuk rumah makan, pusat perbelanjaan/mall dan lainnya sehingga mudah pengontrolan warga masyarakat kita, kemudian. 

Terakhir, 4) Melaksanakan kegiatan sosial diizinkan beroperasi dengan maksimal pengunjung 50 orang dan wajib tetap menggunakan aplikasi PeduliLindung dengan protokol kesehatan secara ketat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved