Tribun Bantaeng
Mengenal Adi Risla, Orang Pertama yang Ajarkan Irfan Jaya Gesit di Lapangan Bola
Pasalnya, Irfan Jaya berhasil membawa Indonesia lolos pada babak semi final piala AFF 2021 atas Malaysia dengan skor 4-1.
Penulis: Achmad Nasution | Editor: Saldy Irawan
TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Irfan Jaya saat ini telah menghebohkan dan membawa kebanggaan bagi dunia sepak bola di Indonesia.
Pasalnya, Irfan Jaya berhasil membawa Indonesia lolos pada babak semi final piala AFF 2021 atas Malaysia dengan skor 4-1.
Sebagai pemain bintang, pastinya banyak yang bertanya-tanya sosok dan awal karir dari Irfan Jaya.
Irfan Jaya adalah sorang anak asal Kampung Sinoa, Desa Bonto Maccini, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng.
Sejak kecil, sepak bola sudah menjadi belahan jiwanya.
Dan kini ia bisa menjadi pemain bintang berkat dari seorang pelatih yakni, Adi Risla, ketika Irfan Jaya masuk di SSB Sinoa.
Kata Adi Risla, skill di atas rata-rata sudah terlihat ketika Irfan Jaya masih kecil.
"Jadi kalau terkait dengan Irfan jaya, anak ini mempunyai skill di atas rata-rata," kata Adi Risla dalam bincang bola virtual TribunTimur.com, Selasa, (21/12/2021).
Diceritakan, Irfan Jaya sangat gila dengan sepak bola.
Apalagi posisi rumahnya di Desa Bonto Maccini berhadapan langsung dengan lapangan sepak bola.
Irfan Jaya terus berlatih meski hanya bermain sendiri atau diluar dari jadwal latihan.
"Kecintaan dia juga dengan olahraga sangat luar biasa karena walaupun bukan jadwal latihan tetap latihan. Kebetulan depan rumahnya adalah lapangan," ujarnya.
SSB Sinoa dibentuk oleh Adi Risla pada tahun 2011 dengan anggaran dan alat yang hanya menggunakan bambu sebagai tiang gawang.
Kecintaan Adi Risla pada dunia sepak bola membuatnya terpanggil untuk menumbuhkan bibit-bibit pemain handal di Desa Bonto Maccini.
Adi Risla pernah membawa anak didiknya menjuarai turnamen sepak bola Danone cup di Bantaeng.
Kemudian, mendapatkan juara 3 pada Danone Cup di Makassar.
"Sebenarnya basic saya bukan kepelatihan namun karena hobi dan kecintaan saya dengan anak-anak dalam binaan ini makanya saya bentuk SSB Sinoa," tuturnya.
Dari situ Irfan Jaya terus mengikuti turnamen, bahkan di usia 15 tahun sudah bergabung dalam tim senior Desa Bonto Maccini.
Menurut Adi, permainan Irfan Jaya awalnya dilirik oleh salah salah satu pelatih bernama dr. Nizar ketika turnamen di Desa Bonto Lojong, Bantaeng.
Adi dihubungi agar mengikutkan Irfan Jaya bersama teman setimnya bernama Harfin untuk mengikuti seleksi Praporda di Bantaeng yang menjadi tuan rumah saat itu.
Irfan dan temannya lolos Praporda dan mendapat juara 1.
Karir Irfan Jaya semakin baik saat itu hingga mendapat panggilan untuk bermain di PSM Makassar.
"Setalah itu ada tawaran dari PSM namun tidak lancar, tetapi Persebaya melihat potensinya," tuturnya.
Saat itu impian Irfan Jaya untuk bermain di PSM sudah di depan mata.
Akan tetapi, kondisinya saat itu sedang sakit sehingga terpaksa di coret oleh pelatih PSM, Robert Alberts.
Tak berhasil membela PSM, namun karirnya berlanjut dengan menjadi pemain Persebaya.
"Setelah itu datang tim dari luar, kemudian kontribusi dr. Nizar yang membawa Irfan Jaya ke Persebaya," jelasnya.
Setalah dari Persebaya, Irfan Jaya membela PSS Sleman.
Dan kini ia dikabarkan ia akan bermain membela Bali United.
Laporan wartawan TribunBantaeng.com, Achmad Nasution.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/adi-risla-2021.jpg)