Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Vaksin

Pria Ini Disuntik Vaksin Covid-19 Sebanyak 10 Kali dalam Sehari, Terungkap Ini Alasannya

aksin Covid-19 dianjurkan dilakukan hanya dua kali. Namun apa jadinya jika suntikan vaksin dilakukan 10 kali dalam sehari?

Tayang:
Editor: Muh. Irham
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUN-TIMUR.COM - Vaksin Covid-19 dianjurkan dilakukan hanya dua kali. Namun apa jadinya jika suntikan vaksin dilakukan 10 kali dalam sehari?

Inilah yang terjadi pada seorang pria asal Selandia Baru. Ia diduga mendapatkan 10 dosis suntikan vaksin Covid-19 dalam waktu satu hari.

Usut punya usut, ternyata hal itu dilakukan demi uang. Ia rela dibayar oleh orang lain yang tidak ingin divaksin. 

Saat ini, Selandia Baru sedang dalam perjalanan untuk mencapai 90% tingkat vaksinasi dua dosis sebelum Natal.

Tidak divaksinasi berarti melepaskan kebebasan tertentu yang hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki sertifikat vaksinasi, dan banyak yang tidak mau melakukan vaksin.

Jadi, mereka dilaporkan mencoba untuk menghindari vaksin dengan membayar orang lain untuk mendapatkan vaksin atas nama mereka.

Dan, dengan harga yang pas, orang-orang rupanya rela disuntik hingga 10 dosis vaksin ke dalam tubuh mereka.

Pekan lalu, situs berita Selandia Baru Stuff melaporkan kasus mengejutkan dari seorang pria yang tidak disebutkan namanya yang diduga divaksinasi Covid-19 hingga 10 kali dalam satu hari atas nama orang lain, mendorong penyelidikan oleh Kementerian Kesehatan.

Orang tersebut dilaporkan mengunjungi beberapa pusat vaksinasi di Auckland dan menerima vaksin Covid-19 beberapa kali atas nama orang lain yang membayar "layanan".

Dia bisa melakukannya karena untuk mendapatkan suntikan, seseorang hanya perlu memberikan nama, tanggal lahir, dan alamat fisiknya kepada petugas kesehatan.

Tidak diperlukan identifikasi foto.

"Orang-orang yang tidak memiliki tanda pengenal foto secara tidak proporsional adalah orang-orang dalam kelompok rentan – tunawisma atau transien, orang tua, orang muda, orang cacat – dan kami tidak ingin membuat hambatan untuk vaksinasi kepada mereka," kata juru bicara untuk kampanye vaksinasi.

"Kami tahu bahwa dosis yang lebih tinggi menghasilkan reaksi vaksin yang lebih umum, seperti demam dan sakit kepala dan nyeri, jadi dia mungkin akan merasa sangat pusing keesokan harinya," kata Helen Petousis-Harris, dari University of Auckland.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved