Breaking News:

Tribun Maros

693 Janda Baru di Kabupaten Maros Hingga Awal Desember 2021, Rerata Usia Ideal Menikah Lagi

Pengadilan Agama Kabupaten Maros mencatat 701 perkara perceraian hingga Desember 2021.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
freepik.com/rawpixe
Ilustrasi cerai. Pasangan suami istri terpaksa cerai usai sadar telah melakukan pernikahan sedarah. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Pengadilan Agama Kabupaten Maros mencatat 701 perkara perceraian hingga Desember 2021.

Hal ini disampaikan Humas Pengadilan Agama Kabupaten Maros, Arif Ridha, Senin (13/12/21).

"Ada 701 perkara yang masuk hingga 13 Desember 2021 ini," katanya.

Dari 701 perkara yang masuk, 693 kasus telah resmi bercerai dan 28 pasangan belum putus.

Arif merinci, perceraian terjadi didominasi oleh perempuan yang mengajukan cerai atau cerai gugat dibanding laki-laki yang mengajukan cerai atau cerai talak.

"Yang mengajukan perceraian didominasi perempuan atau cerai gugat sebanyak 541 perkara," ucapnya.

Sementara pengajuan cerai oleh laki-laki atau cerai talak hanya 160 Perkara.

Angka tersebut, diakui mengakami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2020.

"Jumlah perkara cerai tahun 2020 sebanyak 657 Perkara. Bertambah 44 Perkara dari tahun 2021," ujarnya.

Ia menjelaskan penjelaskan rentang usia yang mengajukan gugatan yakni berkisar 18 hingga 50 tahun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved