Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UIN Alauddin

Wakil Rektor II UIN Alauddin Wahyuddin Naro Resmi Berstatus Guru Besar

Wakil Rektor II UIN Alauddin Prof Wahyuddin Naro resmi dikukuhkan menjadi guru besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam.

Editor: Suryana Anas
Tribun Timur/Faqih Imtiyaaz
Wakil Rektor II UIN Alauddin Prof Wahyuddin Naro resmi dikukuhkan menjadi guru besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam, di Auditorium UIN Alauddin Gowa, Kamis (09/12/21) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menggelar pengukuhan guru besar di Auditorium UIN Alauddin Kampus II, Gowa, Kamis (09/12/21)

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan Prof Wahyuddin Naro meraih status guru besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam.

Sidang senat terbuka luar biasa ini dibuka oleh Qahar Gassing sebagai Ketua Senat UIN Alauddin Makassar.

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup dan pidato oleh Wahyuddin Naro.

Wakil Rektor II UIN Alauddin ini, menyampaikan sumbangsih pemikirannya tentang kurikulum Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang berbasis pendidikan karakter untuk membentuk perilaku peserta didik.

Pemikiran ini dijelaskan dalam tiga penelitiannya.

"Pertama, Problematika kurikulum MAN dan Tantang mendesainnya pada masa Pandemi. Kemudian, implementasi pendidikan Karakter pada MAN," jelasnya

"Dan terakhir, desain Kurikulum MAN berbasis pendidikan karakter dalam membentuk perilaku peserta didik pada masa pandemi," sambungnya.

Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini juga menjelaskan faktor perubahan kurikulum pendidikan.

"Perubahan kurikulum dapat diperbaharui dengan 3 faktor. Pertama, perubahan filosofi manusia dan ilmu. Kamudian, Cara atau metode. Terakhir, Perubahan perilaku masyarakat, sosial, budaya dll," ucapnya

"Kurikulum harusnya disusun dari bawah, oleh setiap satuan pendidikan bersama para stakeholder," lanjutnya.

Era Globalisasi dan kondisi pandemi juga menjadi variabel yang memberi pengaruh pendidikan karakter peserta didik.

"Perubahan dari metode Konvensional ke daring mempengaruhi psikologi peserta didik. Kondisi tersebut berdampak pada pendidikan karakter," sambungnya.

Rektor UIN Alauddin Makassar Hamdan Juhannis, menyampaikan target guru besar selama masa periodenya.

"Periode ini, Kami target 20 guru besar bisa lahir. Sekitar 2 tahun ini, sudah ada 10 guru besar yang telah dikukuhkan," ucapnya.

Hamdan jua menjelaskan pentingnya pengukuhan ini sebagai pengembangan transitelektual.

"Dengan pengukuhan ini, maka bertambah pula bobot nilai intelektual UIN Alauddin. Saya sering sampaikan, Bagaimana arus transitelektualitas yang berkembang," ujarnya.

"Transintelektual adalah intelektual organik yang tidak ada matinya. Artiya kuat melakukan pembelajaran secara offline maupun online dimasa pandemi. Jadi Kuat dalam bidang ilmunya namun mampu mempengaruhi pengembangan bidang ilmu lain," tutupnya.

Perlu diketahui, Wahyuddin merupakan sosok yang berprestasi. Hal ini dibuktikan dari jabatan yang pernah diemban seperti Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi, Kepala Biro Andminstrasi Umum, Staf Khusus Rektor serta Koordinator Jemaah Haji Emberkasi Makassar.

Dirinya juga pernah meraih penghargaan Satyalencana Karya Satya dari Presiden Joko Widodo melalui Kepres Nomor 37/TK/Tahun 2020. 37/TK/Tahun 2020. 

Pantauan tribun-timur.com melalui laman resmi UIN Alauddin, Kampus Almamater Hijau ini telah memiliki 40 Guru Besar dari 8 Fakultas yang ada.

Pengukuhan ini ditutup dengan menyanyikan Mars UIN Alauddin Makassar.   

Laporan Wartawan Magang Tribun-Timur,Faqih Imtiyaaz

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved